Cakrawalanews.co-Kota Kediri menegaskan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa dampak positif ganda, yakni sebagai instrumen penguatan kesehatan masyarakat sekaligus mesin penggerak ekonomi kerakyatan.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, saat meresmikan SPPG Semampir 1 Yayasan Kemala Bhayangkari pada Rabu, 7 Januari 2026.
Vinanda menjelaskan bahwa operasional SPPG sangat berpotensi memberdayakan sektor hulu di Kediri.
Dengan menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal, program pemenuhan gizi ini secara otomatis akan memutar roda ekonomi rakyat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain aspek ekonomi, Wali Kota menekankan peran SPPG sebagai pusat edukasi pola hidup sehat. Ia mendorong peralihan paradigma masyarakat dari konsep “4 Sehat 5 Sempurna” menuju pedoman “Isi Piringku” yang lebih seimbang.
Vinanda juga menyarankan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan konten edukasi mengenai takaran gizi agar masyarakat memahami bahwa porsi yang diberikan telah melalui perhitungan medis yang tepat.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Polres Kediri Kota, Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Nawasena Berkah Abadi, serta para relawan yang telah berkolaborasi mewujudkan fasilitas ini. Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi Kota Kediri yang sehat dan kompetitif di masa depan.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, memaparkan bahwa SPPG ini berdiri di atas lahan milik Polri seluas 1.000 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi.
Desain dan operasionalnya telah mengikuti standar ketat Badan Gizi Nasional. Proses pembangunannya sendiri melibatkan Yayasan Nawasena Berkah Abadi sebagai mitra strategis.
Saat ini, SPPG Semampir 1 diperkuat oleh tenaga profesional yang terdiri dari kepala satuan, petugas layanan gizi, petugas keuangan, serta didukung oleh 45 orang relawan. ( ar/an)












