Cakrawalanews.co- Tren kunjungan ke Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKP) Kota Surabaya, total pengunjung di kawasan Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang terhitung sejak Januari hingga 21 Desember 2025.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa kawasan konservasi seluas 34 hektar ini sukses menjalankan fungsinya sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, sekaligus destinasi ekowisata yang edukatif bagi masyarakat.
Kawasan KRM Gunung Anyar tercatat sebagai lokasi dengan kunjungan tertinggi yang mencapai 72.804 orang, di mana puncak keramaian terjadi pada periode April hingga Juni.
Sementara itu, KRM Wonorejo mencatat kunjungan rata-rata sekitar 1.000 orang setiap bulannya. Antiek menyebutkan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari pengembangan fasilitas yang dilakukan secara bertahap dan ramah lingkungan, mulai dari penyediaan golf car, sepeda listrik, dan perahu wisata di Gunung Anyar, hingga pembangunan jogging track serta kolam terapi ikan di Wonorejo yang disesuaikan dengan daya dukung kawasan.
Selain menjadi sarana rekreasi, keberadaan Kebun Raya Mangrove juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar melalui keterlibatan pelaku UMKM. Hingga November 2025, omzet para pelaku UMKM yang berjualan di area KRM mencapai lebih dari Rp605 juta. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan mampu menciptakan sirkulasi ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat lokal di wilayah Gunung Anyar, Medokan Ayu, Rungkut, hingga Wonorejo.
Antiek juga menegaskan bahwa seluruh pengelolaan KRM Surabaya, termasuk penerapan retribusi, dilakukan berdasarkan dasar hukum Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 26 Tahun 2025. Ia memberikan penekanan khusus bahwa KRM Wonorejo memiliki mandat sebagai kebun raya yang fokus pada konservasi ilmiah dan penelitian, sehingga pengelolaannya berbeda dengan wisata mangrove komersial lainnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk terus mengembangkan seluruh kawasan secara berimbang guna memastikan manfaat ekologis dan sosial tetap terjaga bagi generasi mendatang.(had)












