Syukur, Doa untuk Korban Bencana, dan Pesan untuk Guru
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa doa bersama ini adalah wujud rasa syukur sekaligus momen untuk mendoakan keselamatan Kota Surabaya dan warga Indonesia yang tertimpa musibah, khususnya di Sumatera, Bandung, dan wilayah lain.
“Alhamdulillah kemarin ada peringatan HGN. Salah satu cara bersyukur adalah dengan berdoa. Oleh karena itu, kita berkumpul di sini untuk berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan masing-masing,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan kembali peran mulia guru sebagai orang tua di sekolah dan berpesan agar para guru senantiasa membimbing muridnya dengan kesabaran dan keikhlasan.
“Saya sampaikan, doa yang tidak mungkin ditolak adalah doa orang tua. Orang tua kita itu, salah satunya adalah guru,” ujarnya.
Rencana Doa Bersama Rutin dan Apresiasi
Wali Kota Eri Cahyadi meminta Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, untuk menjadikan kegiatan doa bersama lintas agama ini sebagai agenda rutin setiap dua bulan sekali. Ia juga berpesan kepada para guru untuk fokus mengajarkan akhlak yang baik dan rasa tolong menolong kepada murid.
”Sehingga kita bisa meninggalkan kota ini untuk anak-anak kita, adalah kota yang guyub, kota yang bersih, kota yang aman, kota yang nyaman, kota yang penuh akhlak,” terangnya.
Wali Kota Eri Cahyadi menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih mendalam atas jasa para guru dalam mendidik generasi bangsa.
“Matur nuwun (terima kasih) para guru. Jasa jenengan (Anda) tidak akan pernah bisa diganti oleh apapun dan doa jenengan adalah doa yang mustajabah. Semoga dengan doa bersama ini akan memberikan berkah kepada anak-anak di Surabaya dan memberikan berkah bagi Kota Surabaya,” harapnya.












