Bupati Bersama Forkompinda Sidak Limbah B3 Karangdawa Margasari

Januari 27, 2020
Slawi, Cakrawalanews.co – Mendadak diluar agenda Bupati Tegal Hj. Umi Azizah bersama jajaran Forkominda melakukan sidak lokasi limbah B3 di Desa Karangdawa Kec.Margasari Kab Tegal Senin (27/1/2020).
Turut mendampingi Bupati, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, SIK.; Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Richard Arnold YS, SE, MM, Palaksa lanal Tegal Mayor Laut (P) Kadrawi SH,  Kadis ops Radar 214/Tegal
Kapt Kek Hendra K, etua PN Slawi, Sutopo Mulyono, SH, Kajari Slawi, Mulyadi SH, MH, camat Margasari Sularkho Bakti, Kapolsek AKP Toto Satoto, Danramil 16/Margasari Kapt Inf Agus Kuntoro dan Kades Karangdawa Lutfi Bhakti. SE
Ditengah area limbah Bupati Dra. Umi Azizah meminta agar Kades mendata  para pekerja yang bekerja ditungku pembakaran kapur atau tobong, berapa penduduk harus dilebihkan di pikirkan lagi, berapa kepala desa harus bisa membina jangan sampai di sisi lain itu merugikan warga masyarakat yang pada sakit. ” Pak Danramil juga untuk dapat melakukan pemetaan lokasi tempat pembuangan limbah” ungkap Bupati Umi
Dibagian lain Bupati mengungkapkan turut merasakan bersama-sama betapa udara di lingkungan perusahaan sudah sangat tidak sehat. Dan dari limbah yang ditemukan berserakan itu banyak limbah rumah sakit. Jadi ini sudah terkatagori pelanggar hingga temuan di lapangan untuk menjadi pendukung atau data dukung dalam menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian lingkungan hidup. “Sesungguhnya lingkungan hidup sudah kesana dan mudah-mudahan akan mendapatkan respon dari Kementerian lingkungan hidup” ujar Bupati
Sementara Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal dalam pernyatannya mengungkapkan kepolisian dalam hal ini akan mendalami selanjutnya akan disimpulkan. Setelah itu tentu akan dilakukan tindakan, mendasari data dan bukti yang kuat, kongkrit dan nyata.
Bagi Kapolres tuntutan warga masyarakat yang digaungkan pada saat ini. Maupu di saat menggelar aksi demo di Pemkab Tegal di Slawi masih dalam batas – batas kewajaran. Baik bentuk tuntutan, pola dan cara gelaran aksinya masih wajar – wajar saja, ujar Kapolres. (Dasuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *