Kopwan Melati Jambangan Disebut Beromzet Miliaran, Ini Kisahnya

Februari 2, 2019
  106 views 0

Jajaran kopwan melati saat melakukan rapat tahunan

Surabaya, cakrawalanews.co – Koperasi Wanita (Kopwan) Melati Kelurahan Jambangan Kota Surabaya, merupakan salah satu koperasi di Jawa Timur yang sukses mengelola dana hibah untuk koperasi wanita dari Pemerintah Provinsi Jatim, ada 8561 kopwan yang tersebar di setiap desa/kelurahan di Jatim.

Tercatat pada tahun 2010 Kopwan Melati menerima hibah modal koperasi sebesar 25 juta, lalu tahun 2011 disuntik lagi 25 juta jadi total mengelola dana hibah program dari Pak De  Karwo sebanyak 50 juta rupiah. Kini hampir 10 tahun berdiri Kopwan Melati telah beromzet 2,3 M dan memiliki aset senilai 1,3 Miliar.

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Laporan Tahun Buku 2018 Kopwan Melati yang digelar Kamis, (31/01/19) di Pendopo Kelurahan Jambangan, membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 229.963.207,00,  khusus laba untuk anggota Rp. 98.472.715.65. atau 45 persen dari total SHU.

Sampai saat ini jumlah anggotanya 201 orang emak-emak yang terbagi dalam 12 kelompok. Peran kelompok dengan ketua kelompoknya ini sangat strategis untuk menggaet anggota baru dan memasarkan usaha ekonomi koperasi.

Jenis kegiatan usaha meliputi simpan pinjam dengan volume usaha mencapai Rp 2.134.000.000, khusus untuk anggota 100% dan unit toko dengan omzet Rp 346.612.600. Memetik laba Rp.229.963.207, dari unit simpan pinjam dan Rp 14.833.350, dari unit toko koperasi sembako yang bertempat di Pasar Baru Jambangan.

Ketua Kopwan Melati, Siti Noerkiswati menceritakan perjalanan koperasi wanita yang ia pimpin sekarang ini berawal anggotanya hanya 20 orang pada tahun 2010 dengan iuran wajib sebesar Rp100.000 setiap anggota.

Hingga mendapatkan hibah dana koperasi dari Gubernur Jatim, total Rp.50.000.000 dan sekarang beranggotakan yang aktif 201 dari  213 orang anggota yang tercatat.

“Kisahnya Kopwan Melati ini dari modal pertama 2 juta, lalu dapat hibah dari Pak De Karwo sebanyak 25 juta dua kali jadi 50 juta, hingga berkembang menjadi 2,3 M dengan anggota 200-an ibu-ibu” ungkap Kiswati.(cn04)