Pemkab Gresik Komitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak 

oleh -23 Dilihat
Gresik, cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, bertekad untuk menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Sebab, tinggi rendahnya kematian ibu pada saat melahirkan merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam program kesehatan.

“Kesehatan ibu dan bayi adalah skala prioritas paling utama program pembangunan di Kabupaten Gresik. Untuk itu marilah kita Bersama berkomitmen untuk menekan kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru dilahirkan,” kata, asisten I Pemkab Gresik, Indah Sofiana.

Ungkapan itu, disampaikan Indah dalam membacakan sambutan tertulis Bupati pada lokakarya daerah yang bertema percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang berlangsung di Ruang Puteri Mijil Kompleks Pendopo Bupati Gresik, Selasa (21/11/2017).

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) bahwa angka kematian ibu dan anak di Gresik lebih rendah disbanding rata-rata regional Jawa Timur maupun Nasional. Bahkan, pada 3 tahun terakhir ini jumlah ibu yang meninggal saat melahirkan atau pasca melahirkan terus menurun. Jika di tahun 2015 ada 19 ibu melahirkan meninggal, tahun 2016 ada 17 ibu meninggal. Sedangkan sampai Nopember 2017 saat ini jumlah ibu meninggal mencapai 15 orang,” paparnya.

“Jumlah terbanyak ibu meninggal berasal dari Pulau Bawean yaitu 5 orang. Semoga dengan beroperasinya rumah sakit yang baru di pulau tersebut akan menekan jumlah ibu dan bayi meninggal sampai pada titik nol,” harapnya dihadapan peserta yang terdiri dari para Kepala Rumah Sakit, Pimpinan ormas dan organisasi profesi, para dokter, dan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Maria Ulfa Sambari.

Selain ibu meninggal saat melahirkan, juga jumlah bayi meninggal saat dilahirkan. Pada tahun 2015 ada 73 bayi meninggal, tahun 2016 71 bayi meninggal dan sampai Nopember 2017 ada 95 bayi meninggal,” terangnya.

“Berbagai kasus yang menyebabkan ibu dan bayi meninggal yaitu bayi premature sehingga beratnya rendah dan gagal napas, infeksi, keterlambatan penanganan/lambat ke UGD, menentukan keputusan pada ibu yang beresiko tinggi (risti) saat melahirkan ” tambahnya.

“Pemkab Gresik berharap hendaknya untuk menekan angka kematian ibu dan anak tersebut dibutuhkan komitmen bersama dan lintas sectoral. peran insfratruktur juga penting misalnya kemacetan rusaknya jalan dan lain sebagainya yang membuat keterlambatan mencapai rumah sakit,” tukasnya.

Beberapa upaya yang dilakukan Pemkab Gresik dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

” Meningkatkan anggaran kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan dan membangun berbagai sara prasarana kesehatan,” tandasnya. (eno/cn08)