Dok! Pelajar SMP Al-Falah praktik pimpin sidang di DPRD Surabaya

oleh -231 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan ini rapat saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum… dok!” ujar Darien mengetok palu 1 kali. Palu diketokkan keras, sembari pandangannya menatap ke teman-temannya yang duduk di kursi peserta rapat.

“Apakah saudara-saudara setuju?” kata Adrian. Dijawab serentak, “Setuju!” Lalu tangan Adrian meraih palu yang diketokkan kencang 2 kali, “Dok, dok….!”

Tepuk tangan pun bergemuruh menyambut. Adi Sutarwijono sontak memberikan aplaus dan tertawa. “Ketokan palu 2 kali adalah menandai pengambilan keputusan. Dan, keputusan itu mengikat kepentingan seluruh warga Surabaya yang berpenduduk kurang lebih 3 juta orang,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Maka, berhati-hatilah mengambil keputusan, karena nasib kepentingan seluruh warga di tanganmu,” lanjut Adi.

Ya, Darien Mejida Oktavine Naira dan Adrian Bob Ardhana adalah SMP Al-Falah ketika memperagakan memimpin rapat di ruang Paripurna Gedung DPRD Surabaya, Jumat (23/12/2022). Darien dan Andrian yang merupakan bagian dari 100 pelajar SMP Al-Falah yang berkunjung ke Kantor DPRD Kota Surabaya.

Dengan dipimpin Kepala Sekolah, Ustadz Darmanto, beserta guru-guru. Mereka mengunjungi rumah rakyat itu untuk mengenal lebih dekat aktivitas para legislator.

Mereka juga diajak melihat-lihat ruang rapat Komisi A, B, C dan D, tempat para anggota DPRD menangani pengaduan-pengaduan masyarakat.

Rombongan pelajar ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono. “Selamat datang di Kantor DPRD. Ini adalah rumah rakyat Kota Surabaya. Siapapun boleh datang, termasuk anak-anak sekalian para pelajar SMP Al-Falah,” ujar Adi Sutarwijono menyapa para siswa.

“Ini adalah ruang rapat paripurna tempat melangsungkan rapat untuk pengesahan suatu Peraturan Daerah dan APBD Kota Surabaya,” ujar Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya.

Rombongan Siswa SMP Al-Falah saat berfoto bersama
Rombongan Siswa SMP Al-Falah saat berfoto bersama

Didepan para siswa Adi menuturkan bahwa, pada tanggal 10 Nopember lalu dan bertepatan Hari Pahlawan, DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi menetapkan APBD tahun 2023.

“Nilai APBD kita tahun depan Rp 11,2 triliun, diantaranya untuk membiayai sektor pendidikan Rp 2,3 triliun,” kata Adi.

Ia juga menunjukkan tempat Ketua DPRD saat memimpin sidang, serta tempat duduk Wali Kota Eri Cahyadi. Juga tempat duduk pimpinan Dewan dan 46 anggot yang lain.

“Jumlah anggota DPRD Kota Surabaya 50 orang. Dipilih melalui Pemilu 2019,” kata Adi.

Ia lantas memaparkan tentang lingkup tugas pokok dan kewenangan DPRD Kota Surabaya, sebagaimana yang diatur undang-undang.

“DPRD adalah mitra kerja wali kota selaku kepala daerah dan Pemkot Surabaya. Sinergi kedua pihak sangat penting untuk menetapkan peraturan daerah dan anggaran, serta menangani aspirasi dan kepentingan warga masyarakat,” kata Adi.

“Hampir setiap hari selalu ada warga Kota Surabaya yang memasukkan pengaduan kepada DPRD atas masalah di masyarakat,” katanya.

Adi pun menjelaskan, fungsi palu sidang di meja pimpinan sebagai penanda keputusan rapat. Baik ketika pembukaan rapat, saat pengambilan keputusan, maupun penanda menutup rapat.

Adi juga berharap, diantara pelajar SMP Al-Falah kelak ada yang menjadi politisi dan anggota DPR atau DPRD. “Anak-anak sekalian adalah pemilik masa depan Indonesia. Dalam 15-20 tahun ke depan, kalian akan menerima tongkat estafet. Generasi kalian yang akan memimpin Indonesia atau Kota Surabaya di masa depan,” kata Adi menyemangati.

“Siapa tahu diantara kalian ada yang tertarik menjadi politisi, menjadi anggota DPR maupun DPRD, ketua DPRD, bupati, walikota, dan memimpin di semua sektor kehidupan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustadzah Noviasari, salah seorang guru, menjelaskan para siswa SMP Al-Falah ini sedang mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan, dengan tema belajar tentang sistem demokrasi.

“Anak-anak senang mendapatkan kesempatan berkunjung dan belajar di DPRD Kota Surabaya. Apalagi waktu mengetok palu, yang dipukul keras,” ujar Ustadzah Novi dengan tersenyum.