Polemik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Surabaya, memunculkan kesan bahwa tidak adanya lawan dari pasangan calon (Paslon) incumbent Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana. Kondisi tersebut membuat Risma sebutan Tri rismaharini, semakin menjadi sosok yang tak tertandingi di pertarungan Pilkada Surabaya ini.
Pengamat Psikologi Politik, Akhmad Fauzie, mengatakan kokohnya Risma di Pilkada Surabaya ini karena Risma berhasil memunculkan karakter budaya arek di kota Surabaya.
” Jadi Risma menampilkan diri sebagai sosok arek Surabaya, dan selain itu dia juga melakukan pendobrakan sebagai pemimpin perempuan dan juga apa yang dilakukannya selama ini tidak ada kesan diseting” tutur Fauzie kepada cakrawalanews.co Rabu (02/08) siang.












