Cakrawalanews.co-Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Pemuda asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin tersebut dinyatakan hilang pada Rabu pagi setelah terpisah dari rombongan yang terdiri dari empat rekan lainnya saat berada di puncak kawah.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari potensi SAR setempat pada Rabu malam. “Informasi awal diterima dari Bapak Evil dari Potensi SAR BSI pada pukul 20.05 WIB, bahwa pendaki tersebut berangkat mendaki bersama empat rekannya,” ujar Oka Astawa dalam keterangannya di Banyuwangi.
Peristiwa hilangnya pendaki ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB pada koordinat . Sebelum tim SAR tiba, pihak keluarga bersama warga sekitar sebenarnya telah berupaya melakukan pencarian mandiri, namun hasilnya masih nihil. Kondisi medan dan waktu yang terus berjalan membuat tim penyelamat harus segera diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses evakuasi.
“Menindaklanjuti permintaan bantuan, tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi malam ini bergerak menuju lokasi,” tegas Oka Astawa mengenai langkah cepat yang diambil instansinya. Operasi besar ini melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari personel BPBD Banyuwangi, Polsek dan Koramil Licin, petugas KSDA Gunung Ijen, hingga relawan dari Banyuwangi SAR Independent dan masyarakat setempat.
Tim gabungan berkomitmen untuk menyisir area yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban dengan strategi pencarian yang terukur. Mengingat kondisi cuaca dan medan pegunungan yang menantang, keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama dalam misi kemanusiaan ini. “Pada malam ini tim SAR gabungan akan melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel,” pungkas Oka Astawa.( wa/ar)












