cakrawalanews.co – Di sudut-sudut kota, di dekat kampus dan kos-kosan, warung makan sederhana dengan banner bertuliskan “Warmindo” (Warung Makan Indomie) selalu ramai dikunjungi.
Menawarkan hidangan mie instan dengan berbagai variasi dan harga yang terjangkau, warmindo menjadi favorit para mahasiswa, pekerja, dan masyarakat dengan budget terbatas.
Di balik kesederhanaannya, warmindo memiliki sejarah dan asal-usul yang menarik untuk ditelusuri.
Awal Mula Warmindo
Cikal bakal warmindo sebenarnya adalah warung burjo (bubur kacang hijau) yang populer di Yogyakarta pada tahun 1980-an. Para penjual burjo keliling mulai menjajakan makanan lain seperti nasi goreng dan mie instan untuk menarik lebih banyak pembeli. Seiring waktu, mie instan menjadi menu utama dan warung burjo pun bertransformasi menjadi warmindo.













