Surabaya, Cakrawalanews.co – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan pasokan energi khususnya bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi yang sangat aman untuk memenuhi permintaan pada masa arus balik dari mudik Lebaran.
Menjelang arus balik, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menegaskan kembali bahwa stok BBM nasional dalam kondisi sangat aman diJakarta pada hari Senin, 23 Maret 2026.
Fathul Nugroho mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying serta meminta masyarakat untuk memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 apabila membutuhkan BBM darurat di perjalanan.
Lebih lanjut, Fathul Nugroho memaparkan bahwa pada hari Minggu, 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi sangat memadai, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Penyaluran dari Terminal BBM Pertamina ke berbagai SPBU berjalan lancar tanpa kendala, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik menurut penuturan Fathul Nugroho.
Fathul Nugroho menambahkan bahwa monitoring kualitas BBM juga rutin dilakukan dengan hasil yang menunjukkan kesesuaian standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman.
Selain pemantauan nasional, BPH Migas juga memastikan ketahanan pasokan BBM di Pulau Kalimantan dalam kondisi aman, terutama di Kalimantan Barat yang sejak hari Jumat malam takbiran, 20 Maret 2026, suplainya terus ditingkatkan sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
Sejumlah SPBU di Kota Pontianak juga dioperasikan selama 24 jam untuk mengurangi antrean, di mana berdasarkan pemantauan per hari Minggu, 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan mulai berangsur membaik.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik menurut Fathul Nugroho.
Berdasarkan keterangan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat, kondisi penyaluran BBM di wilayah Kalimantan Barat per hari Senin, 23 Maret 2026 secara umum berjalan aman dan lancar.
Wilayah yang sebelumnya mengalami antrean panjang akibat lonjakan permintaan dan panic buying kini berangsur normal.
Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang dalam kondisi sedang, sedangkan Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat tutur Widhi Tri Adhi Hidayat.
Selama periode Satgas mulai hari Senin, 9 Maret hingga hari Minggu, 22 Maret, penyaluran BBM tercatat rata-rata 2.749 KL per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series yang naik 19,8 persen dari normal, dengan puncak kenaikan 54 persen pada hari Jumat, 20 Maret.
Penyaluran Solar tercatat 1.420 KL per hari atau turun 3,7 persen dari normal, dengan kenaikan tertinggi sebesar 20 persen yang terjadi pada hari Rabu, 18 Maret.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan suplai ke SPBU berjalan lancar dengan penambahan mobil tangki serta operasional IT Pontianak selama 24 jam menurut Widhi Tri Adhi Hidayat.(wan/an)













