Cakrawala DaerahCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Menbud Gandeng Arkeolog India Restorasi Ekosistem Budaya Candi Prambanan

×

Menbud Gandeng Arkeolog India Restorasi Ekosistem Budaya Candi Prambanan

Sebarkan artikel ini
Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Jakarta, Cakrawalanews.co – Menteri Kebudayaan Fadli Zon berdialog bersama tim pemugaran dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta untuk membahas tindak lanjut kerja sama konservasi dan pemugaran kompleks Candi Prambanan pada hari Senin, 16 Maret 2026.

Fadli menekankan bahwa upaya pelestarian di kawasan Candi Prambanan perlu dilihat dalam konteks lanskap budaya yang lebih luas.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem sejarah yang mencakup situs-situs penting lain di sekitarnya seperti Candi Sewu dan Candi Plaosan, yang menunjukkan jejak akulturasi tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

“Kompleks Prambanan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu lanskap budaya besar bersama Candi Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi yang kita lakukan tidak hanya memulihkan bangunan candi, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” kata Fadli dalam keterangannya di Jakarta, hari Senin, 16 Maret 2026.

Menarik Dibaca:  Polres Kendal Gelar Apel Penebalan Patroli Ops Ketupat Candi 2026 di Kaliwungu

Berdasarkan kunjungan lapangan awal yang dilakukan di kawasan Prambanan, Tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara memerlukan upaya konservasi dan pemugaran lebih lanjut.

Metode anastylosis, yaitu pemugaran dengan memanfaatkan kembali batu-batu asli yang ditemukan di lokasi situs perlu untuk dilakukan.

Melalui metode ini, struktur candi dapat direkonstruksi dengan menggunakan sebagian besar material asli, sementara penambahan batu baru hanya dilakukan secara terbatas untuk kebutuhan struktural.

Tim ASI juga menyoroti tantangan utama dalam proses pemugaran, yakni elemen batu arsitektur yang tersebar di area situs.

Kondisi ini membuat proses identifikasi batu yang berasal dari masing-masing candi menjadi kompleks dan membutuhkan tahapan dokumentasi serta pengelompokan tipologi batu secara cermat.

Menarik Dibaca:  Momentum Lebaran, Kadindik Jatim Ajak Siswa dan Guru Perkuat Silaturahmi di Kampung Halaman

Oleh karena itu, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu yang tersedia.

Lebih lanjut, untuk memastikan metode yang tepat, Tim ASI mengusulkan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) pada satu atau dua candi perwara terlebih dahulu.

Hasil dari proyek tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum pemugaran dilanjutkan ke struktur lainnya secara lebih luas.

Menanggapi paparan tersebut, Fadli menyampaikan apresiasi atas pengalaman dan kontribusi internasional yang telah dilakukan oleh ASI dalam pemugaran situs-situs warisan dunia.

Menteri Kebudayaan menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs-situs warisan budaya, khususnya di kawasan Candi Prambanan.

Fadli berharap melalui kolaborasi ini proses konservasi candi-candi perwara dapat dipercepat, dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip pelestarian warisan budaya.

Menarik Dibaca:  PT PAL Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Pesisir Lamongan

“Kami juga terbuka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, untuk membantu mengidentifikasi dan menyusun kembali komponen batu candi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya dunia.

Menteri Kebudayaan berharap kerja sama dengan ASI dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen teknis dan mekanisme kerja sama resmi.

ADG Conservation and World Heritage Janhwij Sharma menjelaskan bahwa ASI merupakan lembaga arkeologi India yang berdiri sejak 1861 dan saat ini mengelola ribuan monumen bersejarah, termasuk sejumlah situs warisan dunia.

Selain melakukan konservasi di India, ASI juga aktif memberikan dukungan teknis pemugaran pada situs penting di berbagai negara seperti Kamboja, Laos, Vietnam, Uzbekistan, dan Mongolia.(wan/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600