“Kepengurusan kami cukup beragam. Ada pengusaha, notaris, profesional, karyawan, atlet, bahkan buruh juga ada. Dengan komposisi ini kami berharap ORADO Surabaya bisa berkembang dan memberi kontribusi bagi olahraga domino,” katanya.
Rio menambahkan, ORADO Surabaya juga memiliki misi untuk mengubah stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada permainan domino.
Ia menilai domino sejatinya merupakan olahraga olah otak yang mengandalkan kemampuan berpikir, strategi, serta daya ingat pemain.
“Selama ini domino sering dipandang negatif. Padahal sebenarnya ini olahraga yang menguji strategi, kemampuan membaca permainan, dan daya ingat,” jelasnya.
Dengan dukungan berbagai tokoh daerah, ORADO Surabaya optimistis domino dapat berkembang menjadi olahraga yang edukatif sekaligus kompetitif.
Menanggapi hal tersebut, Arif Fathoni menyambut baik inisiatif ORADO Surabaya dalam mengembangkan olahraga domino secara lebih terorganisir.













