Cakrawalanews.co -Resor (Polres) Lamongan menyiagakan sebanyak 331 personel gabungan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026. Langkah ini diambil untuk mengamankan arus mudik serta perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan bahwa ratusan personel tersebut terdiri atas unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Seluruh personel akan bertugas di berbagai titik strategis selama masa operasi berlangsung guna menjaga kondusivitas wilayah.
“Sebanyak 331 personel gabungan kami siagakan untuk Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri,” kata AKBP Arif Fazlurrahman di Lamongan, Jawa Timur, pada hari Kamis, 12 Maret 2026.
Personel tersebut nantinya akan disebar di dua pos pengamanan yang berlokasi di Pasar Babat dan Wisata Bahari Lamongan. Selain itu, terdapat satu pos pelayanan yang ditempatkan di Terminal Lamongan untuk melayani para pemudik yang melintas.
Operasi Ketupat Semeru 2026 ini dijadwalkan berjalan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus utama operasi ini adalah menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan hari besar keagamaan.
Sebelum operasi resmi dimulai, kepolisian telah melakukan penertiban terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Hasilnya, petugas mengamankan 245 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi serta 5.200 botol minuman keras ilegal.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa apel gelar pasukan adalah tahap akhir pengecekan kesiapan. Hal ini mencakup kesiapan personel maupun sarana prasarana yang akan digunakan selama pengamanan Idulfitri.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta komitmen sinergitas lintas sektoral agar pengamanan Idulfitri berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar,” kata Yuhronur Efendi pada hari Kamis, 12 Maret 2026.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi banjir yang bisa menghambat arus mudik. Langkah nyata yang diambil adalah penyediaan 17 unit pompa air serta percepatan perbaikan infrastruktur jalan di titik-titik rawan.
Petugas dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan terus bersiaga di sepanjang jalur pantai utara (Pantura) Lamongan. Penjagaan ketat dilakukan untuk mengantisipasi munculnya genangan air yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di jalur utama tersebut.( wa/ar)













