Cakrawala HobiCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pelestarian Budaya Lokal Melalui Parade Oklik Ramadan Bojonegoro 2026

×

Pelestarian Budaya Lokal Melalui Parade Oklik Ramadan Bojonegoro 2026

Sebarkan artikel ini
Parade Oklik
Parade Oklik

Cakrawalanews.co  -Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro bersiap menyelenggarakan Parade Oklik Ramadan Bojonegoro 2026 yang akan berlangsung di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel, Bojonegoro.

Acara ini dijadwalkan pada hari Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan tersebut dirancang sebagai salah satu agenda utama untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menjadi sarana pelestarian kesenian tradisional khas daerah.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menjelaskan bahwa parade oklik merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya lokal agar tetap eksis di tengah masyarakat.

Menurut Lukiswati, parade ini tidak sekadar perayaan musiman, namun juga berfungsi sebagai wadah bagi para seniman dan komunitas untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam bingkai tradisi.

Menarik Dibaca:  ASDP Pastikan Kelancaran Operasional Arus Balik Lebaran 2026 di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

“Rute parade dimulai dari Jalan P. Mas Tumapel sebagai titik awal, kemudian melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, hingga kembali berakhir di Jalan P. Mas Tumapel,” ujar Lukiswati pada hari Rabu, 11 Maret 2026.

Partisipasi dalam parade ini terbuka lebar bagi berbagai kalangan, mulai dari kelompok seni, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, baik yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro. Ketentuan kepesertaan menetapkan bahwa setiap kelompok terdiri dari 10 hingga 20 orang, dengan komposisi anggota yang fleksibel baik laki-laki, perempuan, maupun gabungan keduanya.

Menarik Dibaca:  Pantau Layanan Pertanahan Sidoarjo, Dirjen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf di Momen Lebaran

Setiap peserta diwajibkan menonjolkan alat musik oklik berbahan bambu dengan porsi minimal 60 persen dari total instrumen yang dimainkan.

Selain itu, lagu-lagu yang dibawakan harus bernuansa religi, dengan lagu wajib berjudul “Ramadhan Tiba” yang dibalut aransemen kreatif khas masing-masing kelompok.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bojonegoro kepada wisatawan yang berkunjung selama bulan Ramadan.

Kehadiran kerumunan massa dalam acara ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang positif, khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang menjajakan produk mereka di sekitar lokasi kegiatan.

Menarik Dibaca:  Lestarikan Warisan Leluhur, Ritual Tari Seblang Olehsari Banyuwangi Sedot Ribuan Wisatawan

Panitia telah menyiapkan apresiasi berupa uang pembinaan bagi para pemenang, dengan rincian juara pertama sebesar Rp2,5 juta, juara kedua Rp2,25 juta, juara ketiga Rp2,0 juta, serta tersedia pula hadiah bagi juara harapan. Pendaftaran peserta dilakukan tanpa dipungut biaya dan akan ditutup pada hari Jumat, 13 Maret 2026, atau lebih awal jika kuota telah terpenuhi.

“Technical meeting bagi para peserta dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 16 Maret 2026, bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro,” pungkas Lukiswati. ( wa/infkmj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *