Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Sinergi Lintas Instansi Perketat Penjagaan Perlintasan Kereta Api di Lamongan Jelang Mudik Lebaran 2026

×

Sinergi Lintas Instansi Perketat Penjagaan Perlintasan Kereta Api di Lamongan Jelang Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
Polres Dishub Perketat Penjagaan Perlintasan
Polres Dishub Perketat Penjagaan Perlintasan

Cakrawalanews.co-Kepolisian Resor Lamongan bersama Dinas Perhubungan setempat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya berkomitmen mengoptimalkan penjagaan perlintasan sebidang guna menekan risiko kecelakaan serta memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara, menyampaikan bahwa langkah strategis ini disusun melalui rapat koordinasi lintas instansi sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026. “Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat mobilitas meningkat pada masa mudik dan balik Lebaran,” katanya usai menggelar rapat koordinasi di Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Menarik Dibaca:  Khofifah Puji Sinergi  Nyekrup Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya dalam Mengawal PSN

Langkah antisipasi ini didasari oleh data kecelakaan yang cukup signifikan, di mana sepanjang Januari hingga awal Maret 2026 telah terjadi empat kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dan satu luka ringan. Angka ini menjadi perhatian serius mengingat pada tahun 2025 tercatat sebanyak delapan kejadian dengan enam korban meninggal dunia. Saat ini, Kabupaten Lamongan tercatat memiliki 81 perlintasan sebidang yang terdiri atas 33 perlintasan berpalang pintu yang dijaga Dishub, 29 perlintasan tanpa palang yang dijaga relawan, serta 19 titik yang telah ditutup.

Konten Sponsor

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Heri Wibowo, menjelaskan bahwa terdapat 50 titik perlintasan yang menjadi perhatian utama menjelang masa angkutan Lebaran. Untuk mengawal titik-titik tersebut, pihaknya menyiagakan personel gabungan yang terdiri dari petugas resmi dan swadaya masyarakat. “Dari jumlah itu, kami didukung 50 Petugas Jaga Lintasan (PJL) resmi dan 63 relawan. Kami juga terus lakukan pembinaan dan evaluasi agar penjagaan berjalan optimal, terutama pada jam rawan,” ujarnya. Dianto menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku wilayah setempat terus diperkuat untuk memastikan kesiapan sarana pendukung di lapangan.

Menarik Dibaca:  Pemkot Malang Prediksi Penurunan Pergerakan Kendaraan Mudik Lebaran 2026 Sebesar 1,75 Persen

Pihak operator kereta api juga turut meningkatkan kewaspadaan seiring dengan bertambahnya frekuensi perjalanan kereta. Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi tambahan selama masa angkutan Lebaran 2026. “Kami akan menambah penjagaan di 26 titik perlintasan serta mengoperasikan tambahan 11 perjalanan KA, khususnya pada jam rawan pukul 22.00 hingga 05.00 WIB,” katanya. Menurutnya, peningkatan frekuensi perjalanan tersebut menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh pihak terkait demi mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keamanan pemudik selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah. (Wa/ar)

Menarik Dibaca:  Permintaan Paspor di Pasuruan Terus Meningkat Meski Ada Isu Konflik Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600