Cakrawalanews.co-Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan menyampaikan aspirasi terkait penonaktifan lebih dari 52 ribu kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) di wilayah tersebut. Dalam aksi yang digelar di Kantor Dinas Sosial Lamongan pada Jumat, mahasiswa menyoroti hambatan akses kesehatan yang kini dialami warga kurang mampu akibat kendala administratif.
Koordinator lapangan aksi, Achmad Aldiansyah Firdaus, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan kasus pasien dari kategori ekonomi lemah yang terpaksa pulang dari fasilitas kesehatan karena status BPJS mereka tidak aktif. Menurutnya, kondisi medis masyarakat tidak bisa menunggu birokrasi reaktivasi yang memakan waktu, terutama bagi warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5. IMM mendesak pemerintah daerah menjamin agar rumah sakit tetap memberikan pelayanan bagi pasien yang tengah dalam proses pengaktifan kembali kepesertaan mereka.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Lamongan, Galih Yanuar, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengawal pembaruan data kepesertaan secara intensif. Data Dinas Sosial menunjukkan bahwa dari total 577.216 peserta PBI-JKN di Lamongan, sebanyak 52.438 jiwa berstatus nonaktif, dengan daftar tunggu reaktivasi mencapai 23.777 jiwa per 13 Februari 2026.
Sebagai langkah percepatan, Galih menjelaskan bahwa proses reaktivasi kini dapat dilakukan di tingkat desa atau kelurahan. Warga cukup membawa Kartu Keluarga, surat jaminan kesehatan, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendapatkan pelayanan kembali. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga yang berhak mendapatkan jaminan kesehatan dapat segera terlayani.( wa/ar)













