cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Humaniora Indeks

Targetkan Surabaya Zero Stunting, Wali Kota Eri Terus Bergerak Bantu Anak Stunting

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani turun langsung untuk memberi bantuan dan memotivasi para orang tua yang memiliki anak stunting/Humas Pemkot Surabaya

Surabaya, Cakrawalanews.co –Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menargetkan Surabaya zero stunting dalam tiga bulan ke depan. Demi mendukung target itu, Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turun langsung untuk memberikan bantuan dan memotivasi para orang tua yang memiliki anak stunting.

Kemarin, Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya berkeliling ke sejumlah perkampungan di Kecamatan Asemrowo. Kali ini, Wali Kota Eri bersama istri, dan jajaran pemkot mendatangi wilayah Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Awalnya, mereka mengunjungi salah satu anak stunting di Gadukan 1C/3A Kelurahan Morokrembangan, lalu berkunjung ke Gadukan Rukun 02/09 Kelurahan Morokrembangan. Tiba di Gadukan Rukun itu, ia juga menemukan seorang anak yang mengalami hidrosefalus sehingga kepalanya membesar.

Seketika, Wali Kota Eri meminta jajarannya untuk mengawal pengobatan anak tersebut hingga sembuh. Bahkan, ia meminta keluarga tersebut untuk segera pindah ke rumah susun (rusun).

“Tolong dikawal pengobatannya hingga sembuh. Terus segera pindah juga ke rusun,” kata Wali Kota Eri kepada orang tua anak yang mengalami hidrosefalus itu.

Setelah itu, mereka mengunjungi salah satu anak stunting di Gadukan Baru 1/227A Kelurahan Morokrembangan. Setiap berkunjung, mereka membagikan bingkisan khusus anak stunting itu. Bahkan, Wali Kota Eri juga berkoordinasi dengan para RT dan RW untuk aktif melaporkan warganya yang stunting maupun yang MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri mengatakan, tiga bulan ke depan Kota Surabaya harus zero stunting. Makanya, ia terus berkeliling ke perkampungan-perkampungan warga untuk menemui anak-anak stunting beserta orang tuanya.

“Jadi, ayo kita bersama-sama saling melengkapi untuk mencegah anak stunting di Kota Surabaya. Kalau tetangga di sekitar kita masih ada anak yang kekurangan gizi, tolong segera dilaporkan. Sebab, pemkot sudah berkomitmen untuk membantu supaya tiga bulan ke depan Surabaya zero stunting,” tegasnya.

Berita Lainnya :  Hotel Grand Dian Brebes Coba Terus Bertahan di Tengah Pandemi

Ia juga mengaku bahagia karena pada saat ini, Surabaya sudah menduduki nomor urut 34 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi. Padahal, beberapa waktu lalu, angka stunting di Surabaya menduduki nomor urut 3 se Jawa Timur yang angkanya stuntingnya tinggi.

“Siapa yang hebat? Ya Pak Camatnya atau Bu Camatnya dan lurahnya. Siapa yang lebih hebat lagi? Ya masyarakatnya. Inilah yang selalu saya katakan bahwa membangun sebuah kota tidak bisa sendirian, tapi membangun sebuah kota harus dengan hati nurani, warganya harus ikut bergerak dan saling membantu, insyallah itu yang akan saya bangun di Surabaya,” pungkasnya. (hadi)