Tak Mau Diajak Kompromi Soal Pedagang Asongan, Dirut KBS Diminta Mundur

oleh -6 Dilihat
Armuji

Surabaya, cakrawalanews.co –  Dorongan untuk mundur dari jabatannya kembali mengoyah Plt Dirut PDTS KBS Ascheta Bustani Tajudin, Kali ini dorongan tersebut datang dari Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji yang meminta Plt Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mundur dari jabatannya jika tak mau kompromi soal para penjual asongan.

Hal ini disampaikan Armuji saat hearing dengan 25 PKL asongan dan direksi PDTS KBS, Selasa (29/12). Dalam hearing yang digelar di ruang Banmus DPRDE Surabaya itu diikuti oleh 25 PKL (pedagang asongan) , Plt Dirut PDTS KBS Ascheta Bustani Tajudin, Dirktur Keuamham Fuad Hasan dan dua orang bagian komunikasi KBS.
Hearing itu membahas pengaduan para pedagang asongan beberapa hari sebelumnya ke DPRD Surabaya. Mestinya hearing ini menurut Armuji akan dihandle oleh Komisi B. Tetapi karena saat bersamaan Komisi B melakukan kunker ke Jakarta, akhirnya hearing dipimpin sendiri oleh Armuji.

Dalam hearing tersebut, Armuji meminta agar KBS mengizinkan 25 PKL pedagang asongan tersebut untuk bisa berjualan di lahan parkir KBS. Alasannya, para PKL ini warga Surabaya, berasal dari Kebraon, Wonokromo dan Karangrejo. “Mereka ini asli Surabaya dan jumlahnya hanya 25 orang, bahkan ada yang sudah berjualan di tempat itu sejak tahun 1970 an, kenapa sekarang tidak boleh,” ujar Armuji.

Menanggapi hal ini, Ascheta Bustani Tajudin Plt Dirut PDTS KBS mengatakan para PKL tetap boleh berjualan. Hanya saja jumlahnya tidak 25 orang seperti yang diminta Armuji, tetapi hanya 20 0rang. Hal ini karena menyesuaikan tempat parkir yang lahannya tidak terlalu luas.Selain itu makanan yang dijual oleh 5 orang pedagang yang tak diizinkan KBS ini sama dengan PKL lainnya. “Kami punya aturan pak, kami izinkan 20 orang PKL,” kata Ascheta Bustani Tajudin.

Mendengar penolakan ini, Armuji nampak tak bisa menahan emosinya. Politisi PDIP ini geram lantas minta Ascheta mundur dari jabatannya jika tidak bisa mengatur PKL asongan di KBS. “Kalau tidak bisa mengatur masalah kecil begini saja tidak bisa, lebih baik mundur saja,” kata Armuji saat hearing.

Bahkan Armuji yang saat itu mendapat dukungan dari para PKL, minta para pedagang asongan itu untuk tetap berjualan mulai besok pagi. “Para PKL silahkan berjualan saja mulai besok, saya yang akan ada di garda depan jika ditolak berjualan. Termasuk jika dilarang oleh Satpol PP,” tegas Armuji. Para PKL yang ikut di dalam ruangan Banmus lantas bersorak kegirangan mendengar statemen Armuji.

Menurut hemat Armuji, untuk memasukkan 5 orang PKL hingga genap 25 orang bukan persoalan sulit. Soal jenis dagangan bisa dibicarakan supaya tidak sama dengan lainnya. Termasuk larangan menjual kacang godok karena biasa digunakan pengunjung untuk diberikan kepada satwa KBS.

Nampaknya permintaan mundur dari ketua dewan ini juga ditanggapi oleh Ascheta dalam forum tersebut. Ia merasa sudah melakukan prosedur sesuai aturan manajemen yang ada. “Bapak, saya tegaskan kami telah menjalankan aturan-aturan yang ada selama ini. Baiklah kalau memang begitu, atas permintaan ketua DPRD, saya akan mundur,” kata Asheta.

Usai hearing, Ascheta didampingi Fuad Hasan mendatangi Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya di Jl Jimerto (komplek kantor Pemkot Surabaya). Mereka ingin menemui Kabag Perekonomian Pemkot Surabaya, Chalid, selaku Ketua Badan Pengawas (Bawas) PDTS KBS. Namun Chalid tidak bisa ditemui karena tak berada di kantornya. Akhirnya direksi KBS ditemui oleh Amelia Urfiani, Kasubag Pembinaan BUMD.

“Kami ingin sampaikan masalah permintaan mundur ini kepada Pemkot Surabaya. Sebab kami menerima tugas sebagai direksi PDTS KBS ini dari Pemkot Surabaya. Kami ingin permintaan mundur itu dari Pemkot, sehingga kami juga tidak buang-buang energi,” kata Fuad Hasan.

Fuad Hasan mengatakan, kalau Pemkot Surabaya dalam hal ini Walikota meminta mereka mundur dari direksi, maka saat ini juga mereka akan mundur, sebab SK pengangkatan yang mereka terima diberikan oleh walikota. (anto/mnhdi/cn02)