cakrawalanews.co
Cakrawala Nasional Indeks

Sekda dr. Widodo: Pemkab Tegal Telah Melakukan Refocusing

Slawi , Cakrawalanews.co – Dampak wabah dari pandemi covid 19 di Indonesia semakin dirasakan oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Tegal dan Jawa Tengah umumnya. Persiapan Jaring Pengamanan Sosial ( JPS ) untuk membantu  masyarakat yang terdampak juga telah disiapkan dengan melakukan pendataan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sekda Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan seluruh Sekda  di Jawa Tengah melalui video converence didampingi pejabat terkait. Dalam percepatan penanganan dampak covid 19 Selasa (14/4/2020). pukul 13.00 WIB diruang kerjanya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah dalam himbauannya meminta kepada seluruh Sekda  di Jawa Tengah untuk mempersiapkan pengalihan anggaran atau refocusing melalui APBD labupaten/kota sesuai dengan kebutuhanya.

Refocusing APBD sesuai surat Edaran Menteri Dalam Negeri, agar pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan. Dari penggeseran anggaran sektor fisik yang belum dilaksanakan agar dapat mengcover seluruh masyarakat yang terdapak covid 19.

Dari data warga masyarakat yang terdampak covid 19 di seluruh kabupaten /kota Provinsi Jawa Tengah akan terus mengalami penambahan. Diharapkan semua warga yang terdampak agar dilaporkan ke pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaui email, untuk dilanjutkan ke tingkat nasional.

Pemerintah desa juga diharapkan melakukan alokasi anggaran untuk Pengaman Jaring Sosial (JPS), seperti pemberian bantuan pangan. Atau mengikutsertakan warganya dalam kegiatan Padat Karya khususnya terhadap mereka yang kehilangan mata pencaharianya, ujarnya

Dalam kesempatan itu Sekda kabupaten Tegal , dr.Widodo Joko Mulyono M.Kes melaporkan pada Sekda Pemprov Jateng terkait data warga Kabupaten Tegal yang terdampak covid 19 berjumlah 69.000 kepala keluarga.

Kemudian yang diusulkan ke Pemprov melalui email Dinsos Jateng sejumlah 73.467 kepala keluarga (KK)..”Pemkab Tegal juga telah melakukan refocusing anggaran sebesar 69 miyar lebih, ujar Sekda dr. Widodo Joko Mulyono (Dasuki)