Penempelan stiker keluarga miskin disoal. Ini jawaban wali kota

oleh -94 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespon desakan untuk meninjau kembali kebijakan penempelan stiker Keluarga Miskin dari kalangan DPRD Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa yang harus ditinjau adalah Wali Kota dan DPRDnya.

“Maka yang ditinjau itu seharusnya kita wali Kota dan DPRDnya,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Wali Kota Eri, penempelan stiker dengan istilah keluarga miskin itu sudah sesuai dengan aturan.

“Aturanya itu bunyinya miskin jadi tulisannya itu sama dengan yang dikeluarkan Pemprov yaitu Miskin. Sehingga kita tidak mau mengganti kalimat itu,” ungkap Eri.

“Ya karena biar tahu, coba sekarang kalau kita bilang MBR berapa orang miskin yang tidak masuk MBR padahal kita menggunakan istilah MBR,” tambah Eri.

Wali Kota Eri juga menceritakan saat dirinya menempelkan stiker tersebut kerumah warga miskin.

“Saya pernah menempel dan bilang. Bu ngapunten saya menempel. Iya gak papa pak karena memang saya miskin,” tutur Eri.

Wali Kota Eri menegaskan, penempelan stiker keluarga miskin bukan untuk merendahkan namun, sebagai koreksi bagi pemerintah kota dan DPRD.

“Jadi, maka segera hilangkan dengan mengepaskan anggaran untuk warga miskin,” kata Wali Kota Eri.

Eri juga meyebut kalau wali kotanya dan DPRDnya takut akan stiker itu berarti jangan jadi wali kota dan DPRD.

“Gausah takut, jadi kita harus berani menyelesaikan masalah itu,” paparnya.

Kalau sudah ditempelkan stikernya itu, lanjut Wali Kota Eri maka, tugasnya pemerintah kota dan DPRD untuk menuntaskan kemiskinan itu.

“Yang namanya stiker miskin itu bukan berarti martabatnya direndahkan.Tapi, sebenarnya ketika stiker miskin itu di tancapkan di sana (rumah warga) yang malu seharusnya pemerintah kota dan DPRDnya. Jadi jangan dibalik,” pungkasnya.