Pemkot  Mengklaim Pekan Depan Proyek Trem Sudah Sampai Di PKS

oleh -0 Dilihat
Ilustrasi proyek trem di surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co –

Soal rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait proyek angkutan massal cepat (AMC) berupa trem memasuki babak baru. Pemkot mengkalim bahwa pihaknya bakal melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) antara Pemkot, Kemenhub dan PT KAI.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, PKS tersebut mampu mempercepat pelaksanaan proyek. Sebab, dengan adanya PKS, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail dan komprehensif.

” Jika tak ada kendala, Rabu (23/9) pekan depan penandatanganan kerja sama (PKS) antara pemkot, kemenhub dan PT. KAI sudah bisa dilakukan.”tutur Agus Kamis (17/09) siang.

Agus, menambahkan, adapun yang menjadi domain kemenhub adalah menyediakan anggaran sekaligus melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Sementara PT. KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut. Sedangkan hal-hal yang sifatnya membantu kelancaran pembangunan akan disupport oleh pemkot. Hal itu sebagai tindak lanjut MoU yang diteken pada 28 April lalu.

Agus juga menampik jika progres pembangunan trem berjalan lambat. Sejak pertemuan dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 23 November 2013, pemkot secara intens terlibat dalam rapat koordinasi yang melibatkan satker kemenhub di Surabaya dan PT. KAI. Hal-hal yang dibahas meliputi pematangan trase, pembahasan mekanisme tiket, penyiapan lahan, termasuk pemantapan naskah PKS yang akan ditandatangani nanti. Tak hanya itu, pemkot menggandeng perguruan tinggi juga telah menelusuri kembali jalur trem lama di Surabaya dengan alat ground penetrating radar (GPR). Semua itu menjadi suatu kesatuan pemantapan proyek trem.

“Berbagai upaya pengkajian dan pematangan rencana proyek trem dibahas detail agar di kemudian hari tidak ada masalah pasca pembangunan,” kata Agus, Kamis (17/9).

Mantan Kabag. Bina Program dan Kepala DCKTR Surabaya itu memperkirakan setelah PKS, anggaran 124 miliar yang ada di kemenhub dapat difokuskan pada penyelesaian detail engineering desain (DED). Dengan demikian, lelang fisik dapat dimulai akhir tahun ini atau setidaknya awal tahun depan. Proses lelang diprediksi memakan waktu dua bulan. Setelah itu, pembangunan trem dapat dilaksanakan.

Agus menambahkan, yang pasti rencana pembangunan transportasi publik berupa trem maupun monorel di Surabaya sudah sejalan dengan program pemerintah pusat yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019.

Dalam RPJMN itu, lanjut Agus, dijelaskan bahwa target penyelesaian masalah tansportasi perkotaan diprogramkan dengan pembangunan kereta api perkotaan berbasis rel dengan panjang jalur 1998 kilometer secara nasional.

“Nah, Surabaya kota yang siap merealisasikan program pemerintah pusat itu karena kajian sudah dilakukan secara matang,” ungkap alumnus ITS ini.(mnhdi)