PDIP paling dipilih kalangan Nahdliyin Surabaya. Bappilu: Suara Nahdliyin sangat mendukung kerja kerakyatan PDIP  

oleh -90 Dilihat
Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Surabaya, Anas Karno
Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Surabaya, Anas Karno

Surabaya,cakrawalanews.co – Surabaya Survey Center (SSC) dalam risetnya yang dilaksanakan dari tanggal 01-10 Januari 2023 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya menyebutkan bahwa, PDIP menjadi partai yang paling dipilih oleh kalangan Nahdhiyin di Surabaya.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Kemudian, penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

Survei tersebut menyebutkan bahwa, partai berlambang Banteng tersebut berada di posisi pertama dengan meraih 48,9 persen diikuti oleh PKB 9,4 persen dan Gerindra 8,3 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Surabaya, Anas Karno mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi  hasil tersebut dan akan menjadi semangat untuk terus bisa membersamai masyarakat melalui kerja-kerja kerakyatan.

“Tentu kami sangat bersyukur atas hasil survei tersebut. Ini sebuah kebanggaan yang luar biasa. Kami sangat berterimakasih. Kami akan terus membersamai rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat,” ungkap Anas.

Anas yang kini duduk di Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menambahkan bahwa kalangan Nahdliyin merupakan elemen penting bangsa ini dalam memajukan bangsa dan merawat kebhinekaan.

“Suara Nahdliyin, sangat mendukung untuk mensuport kerja-kerja kerakyatan PDIP. Dalam rangka menghadirkan program kongkret di tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan arahan ketua umum ibu Megawati Soekarnoputri,” terang Anas.

Anas menjabarkan jika, Nahdliyin dengan PDIP telah lama mempunyai kedekatan emosional yang terbangun sejak era Bung Karno.

“Bung Karno sang proklamator dalam Muktamar NU di Surabaya pada tahun 1954 diberi gelar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi AS Syaukah,” ungkapnya.

Anas melanjutkan, bahwa gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah yang berarti pemimpin pemerintahan di masa darurat kata Anas merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepeimpinan Bung Karno,

“Ini sebuah bukti dukungan besar warga Nahdhiyin terhadap kepemimpinan Bung Karno,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan jika PDIP berada di posisi pertama diikuti oleh PKB dan Gerindra di posisi kedua dan ketiga. PDIP meraih 48,9 persen, sedangkan PKB 9,4, dan Gerindra 8,3 persen.

“Demokrat memiliki perolehan 6,3 persen, sedangkan Golkar dengan 4,8 persen, PKS dengan 3,7 persen, Nasdem 3,6 persen, kemudian PAN dan PPP keduanya 1,6 persen, Perindo 1,1 persen,”pungkasnya.