Risma Datangi Kejari Surabaya, Ini Penyebabnya

oleh -10 Dilihat

 

Surabaya, cakrawalanews.co – Suasana pelayanan pengambilan tilang di gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, siang tadi agak sedikit berbeda. Pasalnya, Kamis (10/11) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tiba-tiba hadir digedung yang berada di kawasan Sukomanunggal Surabaya.

Kehadiran Wali Kota perempuan pertama di Surabaya tersebut lantaran  tertarik dan ingin melihat langsung layanan yang baru saja di uji coba yakni layanan Drive Thru.

Nampak pula, di area drive thru yang berada digedung bagian depan Kejari Surabaya tersebut,  Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi dan Kasipidum, Joko Budi Darmawan terlihat menyambut kedatangan Walikota perempuan pertama di Surabaya ini.

Risma pun menyempatkan diri bertanya-tanya ke salah seorang pengemudi yang menggunakan layanan tilang drive thrue. Dia bertanya terkait kenyamanan layanan ini hingga alasan mengapa  pengemudi itu kena tilang.

“Enak nggak pakai layanan ini? dan kenapa sampean ditilang kalau bisa jangan diulangi ya, meski sekarang sudah ada layanan yang nyaman begini, “kata Risma kepada salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

Setelah menyapa pelanggar tilang, Risma meninjau sarana dan prasana layanan drive thru. Risma pun sontak berkata, enak benar layanan ini, hanya perlu hitungan detik denda tilang sudah terbayar. Tak hanya itu, Risma juga terlihat menyapa beberapa petugas yang terlihat sibuk melayani pembayaran tilang online.

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, layanan Drive Thru ini merupakan layanan tilang pertama yang ada di Indonesia. Kendati demikian, Didik masih terus akan melakukan inovasi terkait pelayanan terhadap masyarakat.

“Dan tentunya layanan ini akan mengurangi padatnya anteran. Layanan drive thru ini, selain itu  sudah Gak perlu repot lagi, , cukup diatas mobil sudah bisa bayar denda tilangnya,”ujar jaksa asal Bojonegoro.

Diterangkan Didik, layanan drive thru ini merupakan pengembangan inovasi dari layanan ‘Si Anti Ribet’. Layanan Si Anti Ribet sampai sekarang masih menjadi solusi terbaik bagi masyarakat,khususnya pekerja.

“Rata-rata perhari, Si Anti Ribet bisa melayani 10 pelanggar,”sambung Didik.(cn06)