Prepcom 3 for UN Habitat III Bakal Dijaga 3000 Personil Keamanan

oleh -13 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Keamanan menjadi prioritas utama Surabaya selaku tuan rumah Prepcom 3 for UN Habitat III. Untuk itu, Kamis (5/5), Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapat pengamanan khusus di balai kota guna menyambut konferensi yang digelar 20 tahun sekali itu.

Rapat yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini tersebut dihadiri segenap pejabat Pemkot, serta dari unsur TNI, kepolisian dan kantor imigrasi. Risma -sapaan Tri Rismaharini- mengatakan, sangat penting memberikan rasa aman bagi para tamu di Kota Surabaya. Apalagi, sambung dia, baru kali ini hampir semua negara hadir dalam satu kota di republik ini.

“Kalau konferensi Asia-Afrika itu hanya negara-negara di benua Asia dan Afrika, kalau Prepcom 3 UN Habitat III ini hampir semua negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan hadir,” kata wali kota perempuan pertama Surabaya ini.

Fokus pengamanan, lanjut Risma, tidak hanya pada lokasi acara di Grand City Surabaya, tetapi juga di tempat-tempat yang menjadi lokasi kunjungan lapangan para peserta. Khusus untuk gelaran Prepcom 3 for UN Habitat III ini, Pemkot memang menyiapkan paket-paket kunjungan lapangan. Tujuannya, agar para peserta dapat melihat langsung kondisi perkotaan Surabaya dari berbagai aspek.

Untuk mensukseskan program kunjungan lapangan ini, Risma menginstruksikan para camat fokus pada masing-masing wilayah.

“Tolong para camat, khususnya yang wilayahnya akan dikunjungi, beri perhatian pada kebersihan dan kerapian. Tempat pembuangan sampah harus bersih, pedagang kaki lima harus tertib pada tempat yang sudah disediakan,” tutur Risma.

Dalam rapat tersebut juga mulai dilakukan inventarisir kebutuhan yang menunjang kegiatan pengamanan. Seperti, jumlah kendaraan, pendeteksi logam, dan handie-talkie (HT). Selanjutnya, akan digelar rapat rutin setiap minggu di balai kota khusus membahas pengamanan Prepcom 3 for UN Habitat III.

Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Eryek Kusumayadi mengatakan, kendati konferensi baru dimulai dua bulan mendatang, namun langkah pengamanan sudah dipersiapkan mulai sekarang. Dengan asumsi peserta mencapai 2.500 orang, maka kebutuhan personel keamanan diperkirakan sekitar 3.000 orang dengan tugas beragam, mulai dari pengamanan rute lalu lintas, stand by di lokasi dan pengamanan tertutup yang melekat pada tiap delegasi.

Selain lokasi acara dan lokasi kunjungan lapangan, Eryek menerangkan, pihaknya juga akan fokus pada tempat-tempat menginap para delegasi.

“Intinya kami sudah ada standar operasional untuk kegiatan ini. Upaya pencegahan didahulukan dibanding tindakan penegakan hukum. Oleh karenanya, segala sesuatunya sudah kami antisipasi di awal,” urainya.(mnhdi/cn02)