Pengajuan Gugatan Cerai Di Surabaya Didominasi Guru Perempuan

oleh -15 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Pengajuan gugatan cerai di kota Surabaya, tengah didominasi oleh para guru perempuan. Hal tersebut diakui oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat acara Puncak Peringatan Hari Ibu 2016 di halaman Taman Surya, Sabtu (24/12) lalu.

Menurut wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, di tahun 2016, cukup banyak pengajuan gugatan cerai yang masuk di ruang kerjanya.

Terbanyak adalah dari kalangan guru perempuan. Penyebabnya bermacam-macam. Diantaranya karena gaji yang tidak sama dengan suami nya.

“Ada cukup banyak yang mengajukan cerai. Sedih saya kalau tanda tangan pengajuan cerai. Masak ada yang mengajukan cerai hanya karena gaji suami nya lebih sedikit. Karenanya, di acara ini saya sengaja mengundang guru dan camat untuk mengajak serta keluarganya,” ujar Risma sapaan Tri Rismaharini.

Disampaikan pula oleh Risma, guru bukanlah ‘orang lain’. Tetapi merupakan bagian dari satu keluarga besar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Karenanya, bila ada masalah keluarga, wali kota berharap bisa diselesaikan bersama. Apalagi, perceraian akan membawa masalah besar pada kondisi psikologis anak-anak.

Dari kasus kenakalan remaja yang muncul di Surabaya, pemicu nya kebanyakan karena broken home alias tidak betah di rumah dikarenakan perceraian kedua orang tuanya.

“Kalau ada masalah, selesaikan bersama. Bapak ibu jangan hanya mencari-cari kurangnya pasangan. Tapi, terima lah kekurangan suami atau istri. Karena nggak ada yang sempurna. Sempurna itu milik Tuhan,” pungkasnya.(hdi/cn02)