Dalam Sambutan Pertama Didepan Warga, Risma-Wisnu Mengaku Bersikap Terbuka dan Siap Dikoreksi

oleh -11 Dilihat
wali kota Surabaya Tri Rismaharini dan wakilnya Wisnu sakti buana saat memberikan samputan pertamanya di taman surya

Surabaya, cakrawalanews.co –

“Kalau ada yang ingin disampaikan ke kami, tidak usah ragu untuk menegur kami” Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Bersikap terbuka dan siap dikoreksi oleh masyarakat Surabaya. Itulah salah satu pesan Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana pada sambutan pertamanya pada acara pesta rakyat yang digelar di Taman Surya, tak lama setelah pelantikan 17 bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota se-Jawa Timur periode 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/2/2016).

Bu Risma–sapaan Wali Kota Tri Rismaharini, menyampaikan bahwa dirinya bersama Wawali Whisnu Sakti mempersilahkan bila ada warga yang ingin menyampaikan uneg-unegnya perihal pembangunan dan kemajuan kota. Termasuk terkait kebijakan Pemkot Surabaya serta cara kepemimpinan mereka.

“Kalau ada yang ingin disampaikan ke kami, tidak usah ragu untuk menegur kami. Ini program pembangunan kita juga sudah bisa diakses lewat handphone,” ujar Wali Kota Risma yang disambut tepuk tangan warga yang hadir di Taman Surya.

Selain mempersilahkan warga untuk bersama-sama membangun Surabaya, wali kota yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga menyinggung tentang tidak adanya kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), beras untuk warga miskin (Raskin) juga mengupayakan agar jenjang pendidikan menengah (Dikmen) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tetap dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sehingga tetap gratis seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita berjuang sama-sama agar SMA/SMK supaya tetap dikelola Pemkot dan gratis. Insya Allah bisa,” tegas Wali Kota Tri Rismaharini yang disambut teriakan “aamiin” oleh warga yang hadir.

Wali kota yang menjabat periode kedua ini juga menegaskan bahwa pada pertengahan tahun ini, pemkot akan memperbanyak beasiswa untuk anak-anak di Surabaya. Harapannya, tidak ada lagi alasan anak-anak di Surabaya tidak sekolah.

“Walaupun bapaknya tukang becak dan ibunya pembantu rumah tangga, anak-anaknya harus bisa jadi sarjana,” kata wali kota yang akrab disapa Bu Risma ini.

Pernyataan senada juga sampaikan oleh Wawali Wisnu Sakti. Menurutnya, apa yang disampaikan terkait pendidikan, bea siswa dan juga menjamin tidak ada kenaikan PBB, bukan lagi berupa kampanye.

“Ini awal perjuangan kita. Kita wujudkan bersama-sama. Kita ingin lihat, ke depan Surabaya semakian diperhitungkan di kancah nasional dan internasional,” ujar Wisnu Sakti.(Mnhdi/cn02)