Awey Anggap Gubernur Bertindak Diskriminatif

oleh -7 Dilihat
Surabaya, cakrawalanews.co – Terkait soal kunjungan kerja (Kungker) yang ditolak oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Vinsensius Awey menuding Gubernur Jatim bertindak diskriminatif, tebang pilih dalam memberlakukan kebijakan kunker ke Luar Negeri antara DPRD Surabaya dengan DPRD Jawa Timur. Karena mitra kerja, DPRD Jatim diberi kemudahan pergi ke Luar Negeri.
“Sedangkan DPRD Surabaya justru sebaliknya,” ungkapnya.
Vinsensius Awey menganggap pemerintah provinsi arogan. Pasalnya ada Satu kebijakan yang sama namun diperlakukan berbeda antara DPRD Jawa Timur dan DPRD Surabaya.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Surabaya menepis kabar kunjungan kerja yang dilakukan anggotanya ke New York, Amerika Serikat. Ketua DPRD Surabaya, Armudji, Jumat (8/4) menegaskan, hingga saat ini tak ada anggota dewan yang kunker ke luar negeri. Ia menengarai, ada kesalahan penyebutan pada anggota dewan yang melakukan kunker tersebut.
“(DPRD) surabaya gak ada, mungkin yang dimaksud DPRD Jawa Timur,” terangnya.
Armudji memperkirakan kekeliruan tersebut akibat ketiaktahuan, atau karena memang nama Surabaya yang memang sudah populer di dunia.
“Surabaya dikenal, karena Walikotanya barangkali,” paparnya
Meski ramai diperbincangkan di sosial media, namun Armudji menanggapinya dengan santai. Meski nama lembaganya dicatut, dan ramai diperbincangkan di sosmed, dirinya  tak mengambil langkah hukum.
“Gak ada (tindakan), tenang-teanng saja. Memang nyatanya gak kunker,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Aden Darmawan mengaku, hingga kini belum ada kunjungan kalangan dewan ke luar negeri.
Ia mengakui, sebelumnya ada rencana kunker kalangan dewan ke London, Inggris. Namun, rencana kunjungan yang tujuannya mengikuti pelatihan tentang infrastruktur kota terebut tak diizinkan  Gubernur Jawa Timur.
“Memang ada rencana 10 orang dari komisi-komisi kunker ke Luar negeri, tapi tak disetujui Gubernur,” katanya.
Politisi Partai Gerindra ini menduga, kunker ke Amerika tersebut  dilakukan para anggota dewan dari DPRD Jawa Timur. Pasalnya, kalangan DPRD Jatim berkali-kali melakukan kunjungan ke luar negeri.
“Mungkin yang dimaksud DPRD Jatim, karena kemarin mereka dari London dan Australia,” jelasnya.
Berbeda dengan Pimpinan DPRD, anggota Komisi C, Vinsensius Awey menilai para anggota DPRD Jawa Timur yang mencatut nama DPRD Surabaya karena kurang percaya diri menggunakan nama DPRD jawa Timur. Mereka lebih percaya diri jika menggunakan kata Surabaya
“Namun, hal ini berdampak buruk bagi kami. Apalagi sama pengunjung hotel mewah (Penthouse) tersebut diposting di media sosial,” kata Politisi Partai Nasdem.
Sebelumnya, seorang netizen, bernama Aryo Kresnadi mengungkap kunjungan anggota dewan ke New york, Amerika Serikat. Ia mengetahui kegiatan itu dari stiker pengumuman di lobby Hotel yang menyebutkan adanya kunjungan anggota DPRD Surabaya. Dalam status yang diuanggah di Facebook, ia mengaku kaget, karena para legislator  tersebut menginap di salah satu hotel mewah di negara tersebut, Penthouse. Setelah ramai diperbindangkan di sosial media, kalangan DPRD mengklarifikasi jika kunjungan tersebut bukan dari lembaganya melainkan DPRD Jawa Timur. Anggota dewan menilai ada kekeliruan atau pencatutan nama lembaganya dalam kegiatan itu.(ind/mnhdi/vn05)