cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim Indeks

Komisi E Minta Pemprov Jatim Segera Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan Covid 19 Untuk WN India

Surabaya. Cakrawalanews.co –  Ketua Komisi E DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana minta agar Pemprov Jatim meningkatkan kewaspadaan atas masuknya ratusan warga India masuk ke Indonesia. Jika ada yang lolos masuk ke Jatim, dikawatirkan akan membawa peningkatan Covid-19 di Jatim.

“Sangat prihatin dan kawatir sekali kedatangan WNA India melalui bandara Soetta, sebab saat ini ada Tsunami Covid 19. dalam dua bulan terakhir, disamping itu di India tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS Cov 2 yang kabarnya lebih cepat penularan,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (24/4/2021).

Dikatakan wanita yang juga politisi PDIP ini, meskipun tidak ada larangan warga negara India masuk ke Indonesia namun hendaknya pemerintah ada diskresi terhadap negara-negara yang kasus varian baru sangat tinggi contohnya India,

“ Yang Saya tahu dari seratus sekian WNA India tersebut mayoritas pegang KITAS (kartu tinggal sementara) sehingga sulit melarang mereka datang ke Indonesia, sekarang ini yang utama adalah kepada mereka haruss dilakukan swab antigen/ PCR dan sesuai peraturan secara masal. Harus dikarantina minimal 14 hari, harus tegas, dan tertib ketika ada eksodus,”jelasnya.

Ditambahkan olehnya, koordinasi antar instansi harus ditingkatkan sebagai antisipasi jika ada warga negara India lolos masuk Jatim. “Tentunya pihak imigrasi punya data untuk itu sehingga perlu diantisipasi dengan mendatanginya langsung jika ditemukan lolos masuk Jatim dan segera diberlakukan prokes Covid-19 agar tidak menimbulkan pandemi baru di Jatim,”tutupnya.

Kemenkes RI mencatat ada 135 warga India datang ke Indonesia melalui bandara Soetta. Kedatangan mereka ke Indonesia sangat mengkhawatirkan karena saat iniIndia tengah dilanda ‘Tsunami Covid-19’ dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Ratusan WNA itu tak dilarang memasuki kawasan Indonesia sebab menjadi salah satu kriteria WNA yang diperbolehkan karena memiliki izin tinggal sesuai urat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. (caa)