Ketemu pelajar SMA/SMK, Ketua DPRD Surabaya angkat beasiswa bagi pelajar tidak mampu

oleh -98 Dilihat
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono begitu akrab saat berfoto bersama dengan para pelajar SMA/SMK
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono begitu akrab saat berfoto bersama dengan para pelajar SMA/SMK

Surabaya, cakrawalanews.co – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mendapatkan banyak curhatan tentang pungutan SPP dan bantuan sekolah teritama di SMA/SMK negeri saat menemui puluhan pelajar SMA dan SMK negeri dan swasta di warung Mbah Cokro pada Jum’at (20/01/2023).

Cangkrukan yang diinisiasi oleh Aliasi Pelajar Surabaya (APS) itu menjadi ajang tukar pikiran secara gayeng dan membuat pelajar tak canggung dalam menyampaikan aspirasinya.

“Terutama soal transparansi. Kami tidak tahu bantuan-bantuan itu dipakai untuk apa. Pihak sekolah tidak transparan,” keluh seorang pelajar.

Selain masalah bantuan, Ada juga yang meminta peningkatan literasi di sekolah. Juga mendatangkan berbagai narasumber yang kompeten dari luar.

“Untuk menjelaskan berbagai hal tentang kenakalan remaja,” kata pelajar lain, yang juga menjadi pengurus OSIS dari sekolah swasta di Surabaya.

Didepan para pelajar Adi menegaskan pentingnya inisiatif dari para pelajar. Terutama di era digital ini, mudah sekali menemukan berbagai sumber referensi bacaan, e-book, dan narasumber dari internet.

“Sekarang, yang menjadi jendela dunia adalah internet. Berbeda dari pelajar di era 80-an, yang harus membaca buku-buku cetakan untuk memperkaya khasanah pengetahuan,” kata Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Maka, yang penting adalah inisiatif dari para pelajar untuk menambah referensi dari berbagai sumber. Inisiatif untuk mengasah talenta, meningkatkan kompetensi, dan membuat berbagai kegiatan kreatif,” kata Adi.

Ia juga mengajak para pelajar untuk menghargai waktu, yang berlalu, berganti, dan tidak pernah berulang. “Kita manfaatkan waktu demi waktu untuk melakukan hal-hal yang positif, menata masa depan kita,” katanya.

Tentang pembiayaan sekolah, Adi Sutarwijono menyatakan tidak bisa ikut campur. Karena level SMA/SMK tidak dalam pengelolaan Kota Surabaya.

“Tetapi DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi telah menyepakati untuk mengalokasikan anggaran dari APBD untuk beasiswa pelajar SMA/SMK yang tidak mampu. Tahun 2023, diplot beasiswa untuk 25 ribu pelajar,” ujarnya.

Dikatakan, beasiswa itu diberikan Rp 200 ribu per bulan. Untuk membantu pembiayaan sekolah dan alat-alat sekolah.

“Kalau ada pelajar SMA/SMK Surabaya, dari keluarga tidak mampu, bisa diajukan untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.

Ia juga mengajak para pelajar untuk solider, membantu teman-temannya yang kesulitan biaya. Sekaligus menciptakan berbagai instrumen untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan di antara para pelajar.

Adi juga mengajak para pelajar mengikis kenakalan remaja, fenomena gengster. Serta menjaga dan memperkuat Surabaya sebagai kota besar yang toleran, menghargai berbagai perbedaan.

“Memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerja sama dalam masyarakat yang multikultural. Ini harus kita perkuat di semua lini,” kata dia.

Salah satu perwakilan pelajar Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro menyemangati generasinya, para pelajar kaum milenial. Ia mengajak untuk meningkatkan kemampuan diri, dan memperkuat solidaritas di antara para pelajar.

“Para pelajar yang tidak mampu, silahkan diinventarisir. Nanti kita ajukan kepada Pemkot Surabaya. Ini akan meringankan beban pembiayaan para pelajar dan keluarganya,” kata Aryo Seno Bagaskoro, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga.