Kemensos Ajak Pahlawan Ekonomi Surabaya jadi Mentor Pengembangan UMKM Nasional

oleh -65 Dilihat
Mensos Risma bersama wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdialog dengan para UMKM alumni pahlawan ekonomi
Mensos Risma bersama wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdialog dengan para UMKM alumni pahlawan ekonomi
Mensos Risma bersama wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdialog dengan para UMKM alumni pahlawan ekonomi
Mensos Risma bersama wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat berdialog dengan para UMKM alumni pahlawan ekonomi

Surabaya, cakrawalanews.co – Kesuksesan Pahlawan Ekonomi sebagai UMKM membuat Menteri Sosial Tri Rismaharini membawa program pahlawan ekonomi (PE) di Surabaya jadi percontohan nasional.

Menteri Sosial Risma menyampaikan keinginan UMKM secara nasional bisa berkembang.

Tahun ini, para Pahlawan Ekonomi dari Surabaya akan memulai menjadi mentor. Mereka akan berkeliling mengenalkan strategi dalam menjalankan bisnis UMKM secara nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Itulah yang kami mulai. Sebab, teman-teman timur ini sebenarnya punya keinginan dan pekerja keras. Sehingga, kemudian kami ajari marketing produk, branding, hingga packaging,” kata Risma, saat menghadiri opening hybrid bazar roadshow roadshow Pahlawan Ekonomi tahun 2022 di kawasan Jalan Ketandan Baru,Kecamatan Genteng, Surabaya, Sabtu (25/06/2022).

Risma yang hadir dengan didampingi sejumlah pejabat Kemensos hingga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di tempat ini, hadir pula para pengusaha UMKM yang merupakan alumni program Pahlawan Ekonomi di Surabaya. Satu persatu, mereka menyampaikan testimoni soal keberhasilan tersebut.

Risma bercerita, PE digagas dengan semangat bersama mengubah nasib warga kurang mampu. Melalui pemberdayaan UMKM, warga diajarkan dalam hal produksi, pengemasan, perizinan, hingga marketing.

Hasilnya, para pelaku UMKM sukses memasarkan berbagai produk hingga ke luar negeri. Tak sedikit pula, sebagian dari mereka juga merekrut banyak tenaga kerja.

Menariknya, Pemkot tak menggelontorkan bantuan dalam bentuk modal saat itu. “Sebetulnya, modal ini nomor sekian. Selalu kalau ngomong usaha, saya selalu ditanyai modal dari mana. Tapi, pembelajaran dari pahlawan ekonomi, kuncinya bukan modal melainkan semangat,” katanya.

Semangat yang tak kenal menyerah itulah kata Risma yang membuat para pahlawan ekonomi naik kelas dari sisi ekonomi.

“Dari yang awalnya di grade paling rendah, melompat di level tinggi dari sisi ekonomi,” katanya.

Untuk diketahui, Pahlawan Ekonomi merupakan program yang digagas Risma saat masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Dimulai sejak 2010, para ibu rumah tangga dari keluarga miskin diberi jalan untuk mengembangkan bisnis di skala UMKM melalui pelatihan dan pendampingan komprehensif.

Hasilnya, jumlah UMKM naik pesat. Apabila di tahun pertama (2010), jumlah UMKM yang ikut pelatihan 92 UMKM. Kemudian, naik hingga mencapai 8.565 UMKM setelah 7 tahun berselang.

Melalui program ini pula, para PE juga mendapat pelatihan manejemen keuangan. Sehingga, uang yang digunakan tak hanya habis untuk produksi namun juga bisa untuk keperluan mendesak lainnya.

“Memang, di program pahlawan ekonomi bukan hanya kualitas marketing, branding, atau packaging saja. Namun juga diajari manajemen keuangan,” katanya.

“Sehingga, mereka bisa memiliki tabungan untuk masa tua. Jadi, tidak langsung habis. Mereka punya kantong untuk kesehatan, pendidikan, hingga asuransi,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendukung program tersebut. Bukan hanya di tingkat nasional, intervensi pun telah dilakukan oleh Pemkot.

Para pengusaha yang sukses melalui program Pahlawan Ekonomi menjadi mentor untuk pelaku UMKM baru lainnya. “Pahlawan ekonomi adalah UMKM yang bergerak,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Eri ini saat dikonfirmasi.

“Mereka bisa menarik tenaga kerja hingga UMKM baru. PE akan memberikan pengalaman sekaligus semangat untuk bertarung,” katanya.

Bagi Mas Eri, semangat berjuang menjadi modal penting dalam memulai usaha. “Sehingga, tidak pesimis dan bisa berhasil. Ini kami kuatkan lagi . Siapa yang mau berusaha dan punya keyakinan pasti berhasil,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.(hadi)