cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Kembangkan PDTS KBS, Pemkot Berencana Tambah Akses Masuk dan Satwa

Surabaya, cakrawalanews.co – Pemerintah Kota Surabaya mengaku bahwa Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mampu mengelolah konservasi satwa walaupun di tengah pusat keramaian kota.

Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, saat ini kondisi PDTS KBS jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pasalnya, Koleksi gajah di Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) bertambah. Setelah sebelumnya, pada Senin, (22/07/2019) pukul 21.45 WIB telah lahir bayi Gajah Sumatera berjenis kelamin jantan.

Bayi Gajah Sumatera itu lahir secara normal dan selamat dengan berat badan 122 kilogram, tinggi badan 88 sentimeter cm dan lingkar dada 118 sentimeter.

“Kondisinya (KBS) jauh lebih bagus saat dulu awal kita terima. Saya kira warga Surabaya bisa melihat kelahiran gajah di tengah kota bukan di tengah hutan, yang kotanya cukup padat penduduknya seekor gajah bisa lahir di kota,” jelasnya.

Saat ditanya rencana untuk pengembangan satwa KBS yang belum memiliki pasangan, Wali Kota Risma memastikan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan untuk mencarikan pasangan satwa tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal mencarikan pasangan untuk satwa Zebra dan Jerapah.

“Ini sekarang lagi kita siapkan untuk bagaimana kita mendapatkan pasangannya itu. Tidak apa-apa misal nanti saya harus berkomunikasi dengan misalnya dari kota di Afrika, saya coba berkomunikasi supaya yang (satwa) jomblo itu bisa dapat pasangannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan akan terus mengembangkan salah satu kawasan wisata favorit keluarga yang ada di Surabaya tersebut.

Pengembangan itu diantaranya penambahan akses baru menuju PDTS KBS. Wali Kota Risma berharap, aksebilitas yang baru itu nantinya dapat semakin mempermudah pengunjung KBS yang datang menggunakan kendaraan besar seperti bus.

Berita Lainnya :  Tiket Kereta H-3 Hingga H-1 Lebaran Ludes Terjual

“Nanti akses dari Joyoboyo itu juga harus kita tata dulu. Mungkin jadi kebalik, dulu masuknya dari sana (sisi utara) mungkin kebalik. Karena kita lagi menata kawasan ini,” pungkasnya.(hdi/cn02)