Kejar target, Pengerjaan proyek saluran Biliton dan Panglima Sudirman dikebut

oleh -186 Dilihat
rambu penanda adanya pengerjaan proyek saluran pangsud
rambu penanda adanya pengerjaan proyek saluran pangsud

Surabaya, cakrawalanews.co – Percepatan pengerjaan saluran Surabaya terus dilakukan. terbaru pemerintah kota (Pemkot) Surabaya melakukan percepatan pengerjaan saluran dikawasan pusat kota yakni dijalan Panglima Sudirman dan Biliton. Proses percepatan ini akan berdampak pada kemacetan arus lalulintas disekitaran kawasan tersebut.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM), Eko Juli, mengatakan sebelum melakukan dua proyek ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polretabes Surabaya dan Dishub Kota Surabaya terkait rekayasa arus lalu lintasnya. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, dikeluarkanlah rekomendasi pekerjaannya itu harus dua minggu, mulai tanggal 13-16 Oktober 2022.

Dimana setelah mendapatkan rekomendasi dari Polrestabes Surabaya dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, akhirnya pengerjaan koneksi saluran di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Biliton dikebut dalam waktu dua minggu ke depan, terhitung mulai tanggal 3-16 Oktober 2022.

Proyek ini dilakukan untuk menyambungkan saluran kecil ke saluran yang lebih besar demi memperlancar saluran air di musim hujang. “Polrestabes Surabaya dan Dishub juga sudah memasang rambu-rambu penunjuk arahnya, baik yang di Jalan Panglima Sudirman maupun di Jalan Biliton. Sudah lengkap semuanya,” kata Eko.

Khusus untuk pekerjaan di Jalan Panglima Sudirman, Eko memastikan akan menutup separuh jalan. Awalnya, akan ditutup di sebelah timur dulu, sehingga hanya jalan di sebelah baratnya yang bisa dilewati. Kalau di sisi timur sudah selesai, akan pindah ke sisi barat.

“Panjang yang kita garap itu sekitar 20 meter untuk mengkoneksikan saluran di Embong Trengguli ke Embong Kenongo,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya menggarap koneksi saluran itu siang-malam. Sedangkan untuk pemasangan box culvertnya biasanya dimulai pukul 21.00 – 05.00 WIB. “Nah, di jalur itu mungkin ada sedikit gangguan nanti karena memang mungkin belum diaspal,” kata dia.

Sementara untuk di Jalan Biliton kata Eko, akses jalan sudah ditutup total sejak kemarin malam, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB. Khusus proyek di Jalan Biliton itu ditargetkan tuntas dalam dua hari, yaitu tanggal 3-4 Oktober, makanya sudah mulai kemarin ditutup total.

Eko memastikan bahwa pengerjaan saluran di Jalan Biliton ini untuk menghubungkan saluran di Jalan Nias ke Jalan Jawa yang panjangnya sekitar 12-15 meter. Hingga saat ini, pengerjaan saluran itu terus dikebut. Progresnya sudah sangat signifikan, karena semua box culvert di Jalan Biliton itu sudah terpasang semuanya.

“Rencananya, nanti sore kita akan cor jalan itu, dan insyallah besok pagi sekitar pukul 07.00 WIB sudah bisa dilewati meskipun mungkin belum diaspal,” katanya.

Oleh karena itu, Eko meminta maaf kepada warga Kota Surabaya atau pengguna jalan di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Biliton apabila ada sedikit kepadatan arus lalu lintas, karena memang ada proyek pengerjaan koneksi saluran. Ia juga mengimbau warga mencari alternatif jalan lain supaya di dua jalan tersebut tidak terlalu padat.

“Insyallah nanti teman-teman Dishub dan teman-teman kepolisian akan membantu mengatur arus lalu lintas di jalan tersebut. Apalagi di dua jalan itu sudah dipasang rambu-rambu penunjuk jalan yang lengkap, sehingga diharapkan tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan pengerjaan saluran secara bersamaan meski hujan mengguyur Kota Pahlawan. Karena, target penyelesaian pengerjaan saluran harus selesai pada bulan November 2022.

“Tidak (tidak mundur), pekerjaan ini akan tetap kita lakukan. Target kita bulan November 2022 selesai, tapi hujannya sudah maju (turun). Tapi memang beberapa tempat sudah terpasang box culvertnya, hanya (penyelesiaan) yang atas belum. Rata – rata pengerjaannya malam, kalau musim hujan seperti ini berarti tidak bisa dikerjakan malam, harus siang. Masyarakat bertanya, kenapa harus dikerjakan siang? (Menimbulkan) macet. Nah, pilih macet atau banjir? Kalau tidak dikerjakan nanti banjir, macet saat siang ini kan hanya beberapa waktu dan tidak selamanya,” pungkasnya.