Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng, Gubernur Khofifah: Jangan Panic Buying

oleh -59 Dilihat
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat sidak minyak goreng ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1)/Humas Pemprov Jatim.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat sidak minyak goreng ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1)/Humas Pemprov Jatim.

Sidoarjo, Cakrawalanews.co— Mulai Rabu (19/1) kemarin, pemerintah menerapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14.000. Sebanyak 250 juta liter minyak goreng disediakan pemerintah setiap bulannya selama jangka waktu enam bulan ke depan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, kebijakan minyak goreng satu harga ini merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau. Tujuannya, untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha ultra mikro dan mikro. Gubernur berpesan agar masyarakat membeli sesuau kebutuhan.

“Tidak usah panic buying sehingga berupaya memborong sebanyak-banyaknya. Insya Allah tercukupi,” ungkap Khofifah saat sidak ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1).

Menurutnya, penyediaan minyak goreng dengan satu harga ini dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Sedangkan untuk pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian.

“Pembelian memang dibatasi agar ketersebarannya bisa merata. Jadi kami mohon kepada masyarakat juga untuk bisa mengerti dan membeli hanya sesuai keperluan atau kebutuhan,” ujarnya.

Pemprov Jawa Timur, jelas Khofifah, sebelumnya telah menggelontorkan 75.000 liter minyak goreng untuk operasi pasar di sejumlah daerah. Harga minyak goreng ditambah disubsidi pemerintah provinsi di beberapa titik sehingga hanya dibandrol Rp 12.000/kantong isi 1 liter. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilisasi harga minyak goreng di Provinsi Jatim.

Khofifah berharap, intervensi stabilisasi harga minyak goreng dari Pemerintah Pusat dapat menstabilkan harga jual minyak goreng bagi masyarakat umum. Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait efektivitas program ini di lapangan.

“Semoga dalam waktu dekat harga minyak goreng bisa stabil sepenuhnya. Terlebih, tidak lama lagi memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil sidak di lapangan sejumlah toko ritel di Sidoarjo Khofifah mengungkapkan bahwa stok minyak goreng mencukupi dengan harga standar 14.000/ liter. Pun, dengan harga yang telah menyesuaikan standar harga yang ditetapkan pemerintah untuk merk apapun. (hadi)