Kali Surabaya Minim IPAL Komunal Domestik

oleh -10 Dilihat
ilustrasi pencemaran air

Surabaya, cakrawalanews.co –

Pecemaran Kali Surabaya rupanya masih didominasi oleh limbah domestik dari rumah tangga. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai sehingga menambah beban pencemaran sungai.

Hal tersebut perlu dibutuhkan adanya IPAL komunal domestik Untuk meminimalisir beban limbah domestik. Dari data perhitungan Konsorsium Lingkungan Hidup, Kali Surabaya membutuhkan sedikitnya 88 IPAL (instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal untuk mengolah limbah domestik. Namun faktanya, kini IPAL komunal baru dibangun sebanyak 16 unit saja. Artinya, kini Kali Surabaya masih membutuhkan 72 unit IPAL komunal.

“Idealnya dibangun 88 IPAL komunal. Karena 1 IPAL bisa menampung limbah domestik dari 40 rumah. Tapi sekarang baru terbangun 16 unit IPAL komunal saja,” ujar Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH), Imam Rochan, Kamis (17/12).

Jumlah yang sedikit itu, kata dia, disebabkan biaya pembangunan yang cukup tinggi. “Saat ini IPAL baru 16, dari pemerintah, jasa tirta, dan universitas. Yang bisa bangun perusahaan menengah keatas yang ada dana CSR nya atau pemerintah melalui APBD,” tuturnya.

Kasubbid Wasdal Pencemaran Air BLH Jatim mengatakan, pihaknya pernah membangun beberapa IPAL komunal di Kali Surabaya. Pembangunan tersebut hanya untuk demplot atau percontohan saja.

“Kami sebenarnya tidak diperbolehkan membangun IPAL komunal secara fisik. Tapi itu kami lakukan hanya untuk percontohan saja seperti di bantaran wilayah Karah Jambangan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membangun satu unit IPAL komunal membutuhkan biaya sedikitnya Rp 250 juta hingga Rp 400 juta. “Semua tergantung dengan kapasitasnya. Jika limbah domestik yang ditampung lebih besar karena jumlah rumah yang cukup banyak, maka kapasitas IPAL nya juga haruslebih besar dan biayanya juga lebih tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan IPAL komunal tidak hanya pembuatan bak pengolahan air limbah saja namun juga termasuk pembangunan jaringan perpipaan yang menghubungkan dengan rumah warga. IPAL komunal domestik merupakan sarana berupa sumur atau tandon yang ditanam di tanah sejumlah sembilan bak. Untuk bak pertama berfungsi sebagai penampung awal air limbah rumah tangga.

Setelah itu, disalurkan pada bak kedua dengan proses penjernihan hingga memasuki bak yang terakhir. Pada proses di IPAL tersebut, dapat diketahui perbedaan limbah rumah tangga yang belum dan telah diolah. Pada bak satu, air masih tampak keruh dan berwarna kelabu, namun air hasil olahan pada bak kesembilan lebih tampak jernih dan bening. Air pada bak kesembilan tersebut yang nantinya akan salurkan ke sungai.

Dengan adanya proses limbah domestik melalui IPAL komunal, lanjutnya, maka limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai bisa memenuhi baku mutu dan bisa menekan tingkat beban pencemaran bagi Kali Surabaya. (infkm/cn01)