Jatimnomics, Diklaim jadi Konsep Pembangunan Ekonomi Jatim Adil dan Merata

oleh -12 Dilihat
Bersama Menpora dan Wakil Ketua MA, Pakde Karwo Menjadi Pembicara Pada Forum Airlangga Leadership Program 2015

Surabaya, Cakrawalanews.co –

Musuh terbesar pembangunan adalah ketidakadilan. Apabila pembangunan hanya mengejar pertumbuhan saja maka akan terjadi disparitas, dan bila hanya mengejar pemerataan maka pertumbuhan ekonomi tidak maksimal.

Dari situlah lahir Jatimnomics, konsep pembangunan yang berupaya mengawinkan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk mendorong pembangunan masyarakat Jatim yang adil dan merata.

Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat memberikan kuliah umum dalam acara Airlangga Leadership Program 2015 di Aula Garuda Mukti Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Sabtu (19/12).

Dalam paparannya, Pakde menyinggung tentang kepemimpinan yang tidak bisa sekadar dijalankan tetapi harus dengan nilai (value) yang kuat dan positif. Jatimnomics, menurutnya, ialah pengejawantahan kepemimpinan yang memiliki nilai keadilan. Pembangunan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga keadilan dan pemerataan.

Salah satu wujud nilai keadilan yang ingin diciptakan oleh Jatimnomics misalnya hadir  dalam kebijakan fiskal yang berbeda terhadap unit bisnis di berbagai level. Pada bisnis segmen besar, Pemerintah cukup memfasilitasi saja dengan cara menjamin kelangsungan investasi melalui kemudahan perijinan dan kepastian keamanan usaha. Sementara, segmen UMKM perlu distimulasi melalui kemudahan fasilitas pinjaman lunak. Terakhir, mereka yang di kelompok miskin lah yang perlu mendapat intervensi melalui program Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan) dan Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) .

Menurut Pakde Karwo, saat ini Jatim terus bersiap menuju Jatim Provinsi Industri 2016, dimana sebanyak 36,57 persen masyarakat Jatim di sektor pertanian harus didorong ke arah industri primer di sektor pertanian atau pengolahan bahan pangan. “Petani kita harus didorong untuk dapat mengolah hasil pertanian menjadi industri makanan, misal pisang diolah menjadi keripik pisang”, tambahnya.

Terkait membangun kapasitas kepemimpinan, Pakde Karwo juga berpesan pada para mahasiswa untuk melatih jiwa kepemimpinan sejak kuliah, salah satunya dengan aktif mengikuti kegiatan di organisasi kemahasiswaan. Pakde Karwo menambahkan, faktor lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk karakter pemimpin dalam diri seseorang. “Wong kang soleh kumpulono”, ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, yang hadir pula dalam acara tersebut menyebutkan, bahwa seorang pemimpin yang besar tidak pernah dibentuk secara instan, melainkan melalui proses sejarah yang panjang. Seorang pemimpin juga harus memiki kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan. Tak hanya itu, seorang pemimpin juga harus mempertimbangjan etika berkomunikasi dan tata karma. “Mulai sekarang bepikirlah untuk melakukan hal baik yang bisa bermanfaat untuk generasi selanjutnya”, ujarnya.

Acara Airlangga Leadership Program 2015 ini bertujuan untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Acara yang mengambil tema “Young Leaders, Great Values” ini tak hanya menyelenggarakan seminar yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional, tetapi juga menyelenggarakan School of Leadership & School of Public Speaking yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Desember 2015 lalu dengan mengajarkan dasar-dasar dan aplikasi nilai kepemimpinan. (mnhdi/cn01)