cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim Headline

Jatim dukung Pembangunan Energi Baru Terbarukan

Surabaya, cakrawalanews.co – Guna mengurangi bahan bakar fosil (untuk bahan bakar pembangkit red) yang terus berkurang jumlahnya.Provinsi Jawa Timur mendukung semua pihak yang ingin menciptakan dan membangun Energi Baru Terbarukan (EBT)

“Batubara dan minyak bumi terus berkurang jumlahnya, kalau ada pihak yang mampu membangun pembangkit listrik dengan bahan baku non fosil, kami akan mendukungnya. Ini seperti yang dilakukan PT Mega Surya Eratama,” tutur Guberrnur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai melihat lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) PT Mega Surya Eratama Mojokerto, Senin (15/7).

Menurut Khofifah, seluruh industri berkapasitas besar, harus mencontoh PT Mega Surya Eratama yang dalam waktu dekat mulai membangun PLTSa untuk memenuhi kebutuhan listriknya. “Pabrik kertas ini sekarang menggunakan batubara sebagai bahan bakar, kalau PLTSa selesai dibangun kebutuhan listrik akan terpenuhi sehingga bisa mengurangi penggunaan batu bara,” ungkapnya.

General Manager PLTSa, PT Mega Surya Eratama Mojokerto, Eric Saputra, menuturkan total anggaran untuk membuat PLTSa sebesar Rp20 miliar yang diperkirakan selesai tahun depan. “Sekarang membuatan pondasi, awal Agustus kami mulai mengerjakan tahapan pembangunan,” kata Eric.

Nantinya lanjut Eric, PLTSa ini akan menghasilkan daya sebesar 8 Megawatt (MW) yang kesemuanya akan digunakan untuk kebutuhan energi pabrik. “Sementara kami masih berusaha memenuhi kebutuhan pabrik, karena kapsitas pembangkit juga masih terbatas,” ungkapnya.

Dalam sehari, nantinya pembangkit ini membutuhkan sampah plastik dan karet bekas sebanyak 15 ton/hari. “Sampah plastik yang kami hasilkan masih di bawah 10 ton sehingga, hasilnya belum maksimal atau baru 50%,” imbuhnya.

Ditanya soial teknologi yang digunakan, menurut Eric pembangkit ini perpadua antara hasil rekayasa sendiri dan alat-alat serta mesin dari China. ”Jika sudah jadi, nanti kami ajak ITS untuk meneliti dan menduplikasi mesin ini, sehingga kedepan kita tidak tergantung negara lain, semua bisa di buat di Indonesia,” harapnya. (jnr/wan / hjr/s)