Harga Beras di Jatim Turun

oleh -6 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co –

Memasuki minggu kedua Maret 2016, harga beras di Jawa Timur khususnya di Pasar BerasBendul Merisi Surabaya rata-rata turun Rp 500/kg. Harga beras kelas medium IR 64 sebelumnya rata-rata Rp9.500-/kg kini turun menjadi Rp 9.000/kg dan beras premium bengawan, pandan wangi Rp 11.500/kg turun menjadiRp 11.000/kg serta beras premium mentik wangi dari Rp 12.500 turun menjadi Rp 12.000/kg.

Kepala Seksi Bina Pasar dan Distribusi Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Timur, M Hamid Pelu dikantornya,  Selasa (8/3) mengatakan, harga beras yang merupakan kebutuhan bahan pokok memasuki minggukedua Maret  2016  mulai turun.

Ketua Paguyupan Pedagang Beras Pasar Beras Bendul Merisi Surabaya Sudarno saat dikonfirmasi di sekretariatnyadi Pasar Beras Bendul mengatakan, harga beras memasuki Maret 2016 mulai turun dan terus turun karena banyakberas yang masuk ke pasar beras Bendul.

Daya beli masyarakat/konsumen setiap hari pasar beras Bendul Merisi Surabaya tambah ramai dikunjungimasyarakat khususnya para pedagang peras dari Surabaya dan sekitarnya. Pedagang beras di Pasar Beras BendulMerisi rata-rata setiap pedagang bisa menjual 2 – 2,5 ton/harinya

Kata Sudarno, beras yang dijual pedagang beras di Bendul Merisi beras berkualitas bagus yang didatangkanlangsung dari petani dan penggilingan beras dari sentra-sentra penghasil beras di kabupaten-kota Jawa Timurseperti Lamongan, Madiun, Jember, Banyuwangi dan Situbondo sekitarnya. Dengan mengambil langsung daripetani maka harga beras di pasar Beras Mendul Merisi Surabaya harganya lebih murah dibanding dengan hargaberas di pasar pasar rakyat dan pasar modern.

Menurutnya, harga beras di Jawa Timur saat cenderung turun karena sebagaian daerah telah memasuki masapanen padi. Pada musim panen dipastikan harga beras akan turun

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS)  Angka Sementara (ASEM) 2015 produksi padi Provinsi Jawa Timur sebesar13,15 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan dengan produksi padi tahun 2014 Angka Tetap (ATAP)sebesar 12,40 juta ton maka terjadi kenaikan produksi sebanyak 757,92 ribu ton atau 6,11 persen.

Kenaikan produksi padi ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 79,44 ribu hektare atau 3,83 persendan tingkat produktivitas sebesar 1,32 kuintal per hektare atau 2,21 persen.  Dengan data tersebut menunjukanJawa Timur masih merupakan salah satu daerah penghasil gabah dan beras terbesar di Indonesia. (ryo/infkm/cn04)

foto : infokom jatim