cakrawalanews.co
Cakrawala Demokrasi Cakrawala Politik Indeks

Hadiri Istighosah NU. Gus Ami Sebut Ada Tiga Tantangan Berat Yang Dihadapi Partai Politik

Surabaya. Cakrawalanews.co  – Peringatan Harlah NU 98 sesuai penanggalan 1442 hijriyah digelar DPW PKB Jatim sekaligus doa istighotsah bersama dengan para kyai sepuh Nahdlotul Ulama’ (NU) ), Sabtu 20 Februari 2021 di Grha Gus Dur Surabaya. Doa Bersama yang dipimpin langsung oleh Halim Iskandar Ketua DPW PKB Jatim yang juga Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi kabinet Indonesia Maju.

Dikatakan Halim Iskandar, satu abad NU harus menjadi titik balik menuju pengembangan organisasi yang lebih baik. Kemandirian NU harus menjadi Gerakan Bersama bagi kader-kader NU baik struktur maupun non struktur, termasuk kader NU yang berkhidmat melalui partai politik.
“Istighotsah kali ini kita hadiahkan doa pada para mu’assis NU sembari ngalap barokah mengambil perjuangan mu’assis NU untuk keselamatan bangsa dari berbagai bencana,” jelas Halim Iskandar, Sabtu (20/2/2021).

Istighosah ini juga digelar serentak di kantor DPC PKB se jawa timur serta masyarakat umum secara laring. Sedangkan di lokasi acara diikuti langsung oleh sejumlah anggota fraksi DPR RI dapil Jatim dan DPRD provinsi. Hadir juga Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), wakil ketua umum Jazilul Fawaid. “Berdasarkan data peserta online terdapat 100 dari DPC dan DPAC yang masing-masing kisaran 50-70 orang (kisaran 6000 orang), 1.189 viewer youtube, Facebook 1,9 ribu orang. Ujar ketua DPW PKB,” jelas Halim Iskandar.

Hadir pula pada kegiatan tersebut, KH. Miftahul Ahyar (Rois A’am PBNU) memimpin istighotsah. Kemudian KH Iskandar Mashur (ketua syuriah PWNU Jatim), KH. Marzuki Mustamar (ketua PWNU Jatim), KH Anwar Iskandar (wakil rois syuriah PWNU Jatim), KH. Syafruddin Syarif (katib syuriah PWNU Jatim), KH Abdus Salam Shohib (wakil ketua PWNU Jatim dan Prof.Dr.Ahmad Muzakki (Sekretaris PWNU Jatim).

Dikesempatan tersebut KH Anwar Iskandar memberikan tausiyah terkait garis perjuangan NU dan PKB dimasa kini. Menurutnya PKB sudah diberikan modal sosial yang cukup besar yaitu para mu’assis PKB adalah para masayikh besar sebagai pemangku ponpes-ponpes yang besar. “Sehingga bagaimana bisanya PKB merawat dengan sering bersilaturrahmi dan memperjuangkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang bisa dirasakan manfaatnya bagi ummat utamanya ponpes, sekolah-sekolah ma’arif dan NU,” terang KH Anwar Iskandar.

Sementara itu ketua umum PKB Gus AMI menyinggung soal tantangan politik khususnya PKB. Menurunya masyarakat kini mengarah pada pemikiran pragmatis. “Dimana politik uang menjadi pilihan sehingga menyebabkan kader PKB kalah bersaing dengan politisi lain yang berduit,” ujar Gus Ami.

Untuk menjawab tantangan yang berat itu, Gus AMI menyebutkan ada tiga solusi, pertama adalah perbaikan Pendidikan kader dan masyarakat. Kedua, kekompakan dan kebersamaan semua warga NU Bersama PKB. Dan yang ketiga adalah politisi PKB untuk bisa lebih handal dan cerdas ditengah pertempuran politik.

”Soliditas dan kebersamaan bisa menopang dan melawan pragmatism politik yang berkembang saat ini”, kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Sementara itu, Hj Anik Maslachah, sekretaris DPW PKB Jatim mengatakan ada beberapa agenda dalam memperingati Harlah tahun ini. Selain Istighotsah juga mengadakan lomba vedio kreatif “Desa Bangkit”. “Melalui lomba ini diharapkan menemukan best practictice dalam menguatkan kapasitas sosial dan perekonomian masyarakat desa sekaligus ajang promosi bagi desa yang mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki, seiring munculnya banyak desa wisata sebagai salah satu Langkah solutif dalam melakukan recovery ekonomi akibat pandemic,” paparnya. (Caa)