Gerakan Membeli Produk Indonesia jadi Upaya Peningkatan Perekonomian

oleh -0 Dilihat
Sekdaprov Jatim Menjadi Keynote Speaker Sekaligus Membuka Seminar di Hotel JW Marriott Surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co –

Kondisi perekonomian kini menjadi perhatian semua pihak. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai langkah untuk meningkatkan perekonomian dan memperkuat nilai rupiah. Salah satunya yakni dengan membeli produk-produk Indonesia. Masyarakat diharapkan lebiih membeli dan mencintai produk dalam negeri dibanding dengan produk-produk impor yang kini membanjiri pasar modern maupun tradisional.

“Kalau produknya tidak berasal dari Indonesia, berbahasa Indonesia, dan buatan Bangsa Indonesia jangan dibeli. Ini salah satu wujud nasionalisme untuk meningkatkan perekonomian,” tegas Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM saat menjadi Keynote Speaker Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (3/9).

Ia mengatakan, dengan membeli produk-produk Indonesia, membantu memajukan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan produk impor.

Lebih lanjut disampaikannya, gerakan membeli produk Indonesia senada dengan imbauan Presiden RI Joko Widodo yang mengajak masyarakat untuk bahu-membahu untuk membantu mengatasi pelemahan rupiah dengan cara membeli produk dalam negeri.

“Pelemahan rupiah imbas dari penguatan mata uang dollar AS dan pelemahan mata uang Yuan, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatasinya. Ayo bahu-membahu atasi pelemahan rupiah dengan cara membeli produk lokal,” katanya.

Dijelaskan, menurut beberapa ekonom, pelemahan ekonomi Indonesia disebabkan antara lain rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, anjloknya harga komoditas primer ekspor Indonesia, terlambatnya penggunaan anggaran karena banyak nomenklatur baru dalam beberapa kementerian, serta belum dimulainya proyek-proyek infrastruktur akibat prose penetapan APBN-P yang baru selesai di akhir kwartal I tahun 2015.

Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Jawa Timur, dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengadakan Seminar Kebijakan Fiskal dan Perkembangan Ekonomi Terkini Tahun 2015. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Forum Ekonom Kementerian Keuangan Tahun 2015.(hms/hadi)