cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

DPRD Dorong e-peken Bisa Berkembang dan Digunakan Masyarakat Luas

 Ashri Yuanita Haqie, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya
Ashri Yuanita Haqie, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya

Surabaya, Kehadiran e-peken sebagai aplikasi e-comers milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya nampaknya, bisa menjadi potensi tersendiri bagi Pemkot dalam meningkatkan pemberdayaan UMKM dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“ Ini terobosan yang sangat bagus luar biasa syukur-syukur bisa bersaing dengan yang milik swasta, yang mana bisa menaikkan UMKM kota Surabaya,” tutur anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Ashri Yuanita Haqie kepada wartawan seusai menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Diskominfo , Rabu (23/03/2022).

Oleh karena itu, sambung Asri, aplikasi yang dibuat oleh Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Pemkot Surabaya ini didorong agar bisa terus berkembang dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“ Aplikasi e-peken ini nantinya harapan kita bisa untuk umum dan tadi disampaikan oleh temen-temen juga kalau nanti menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BULD),” sambungnya.

Asri yang merupakan Politisi PDIP ini menambahkan jika selama ini e-peken ini digunakan kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Saja.

“ Ya ini kan masih baru, ini diuji coba dulu di ASN, kalau nanti berkembang ya harus bisa digunakan masyarakat umum,” urainya.

Untuk menunjang semua itu, kata Asri perlu adanya intervensi dari Pemkot Surabaya dengan memfasilitasi UMKM untuk bisa mendapatkan barang atau produk dari produsen langsung.

“ Jadi UMKM ini difasilitasi agar bisa mengambil langsung dari pabrik, sehingga harganya bisa lebih murah,” tambanya

Masih kata Asri, e-peken itu harus bisa memiliki identitas yang menunjukkan bahwa e-peken ini adalah milik Surabaya.

“ Kalau kata peken ini kan bahasa jawa yang dipakai olwh seluruh kota di pulau Jawa jadi, masih belum bisa menjadi identitas Surabaya. Misalnya ada penambahan logo Suro dan Boyo atau apa yang pasti harus bisa menjadi identitas bahwa e-peken itu milik Surabaya,” pungkasnya.(hadi)