DPRD:  25 ribu siswa MBR SMA/SMK Surabaya akan dapat bantuan pendidikan tiap bulan

oleh -17 Dilihat
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono

Surabaya, cakrawalanews.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyepakati pemasangan target pendapatan sebesar Rp. 500 miliar yang dituangkan dalam KUA PPAS Tahun 2023 dalam rapat paripurna digedung DPRD Surabaya, Jumat (12/08/2022).

Besaran nilai tersebut merupakan revisi dari terget sebelumnya yakni senilai Rp. 1 triliun. Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, target pendapatan yang didorong oleh DPRD tersebut, digunakan untuk kesejahteraan warga Surabaya, sesuai visi dan misi wali kota.

“Diantaranya untuk pembangunan kampung, seperti pengerjaan pavingisasi. Kemudian saluran air, PJU, bedah rumah. Lalu dibidang pendidikan. Termasuk pemberian seragam gratis SD dan SMP negeri dan swasta untuk siswa MBR,” terangnya.

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Awi ini mengatakan bahwa untuk bantuan pendidikan kepada siswa SMA/SMK negeri maupun swasta, dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),  dimana yang semula adalah bea siswa.

” Bantuan tersebut diberikan langsung ke siswa, tidak melalui sekolah. Setiap siswa mendapat bantuan Rp 200 ribu tiap bulan yang diberikan sampai selesai menempuh pendidikan,” imbuh Adi.

Adi juga menyebut bahwa DPRD meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menambah jumlah mahasiswa penerima bantuan pendidikan menjadi 5000 orang.

Agar penyerapan bantuan pendidikan tersebut masif dan maksimal, lanjut Awi, DPRD dan pemkot Surabaya menyepakati dialihkannya pengelolaan bantuan pendidikan dari Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga dan Pariwisata  (Disbudporapar), ke Bagian Pemerintahan dan Kesra. Dengan melibatkan RT, RW, lurah, camat dan tokoh masyarakat.

“ Diharapkan penyerapan bantuan pendidikan bisa maksimal. Sehingga angka 25 ribu pelajar SMA dan SMK negeri maupun swasta dari keluarga MBR itu bisa semaksimal mungkin tercover bantuan tersebut,”  jelasnya.

Disisi lain, dalam rapat paripurna tersebut juga disepakati pembangunan rumah sakit tipe c dikawasan Surabaya Timur.

“ Akhirnya bisa terjadi kesepakatan antara Wali Kota dengan DPRD tentang pelaksanaan sub kegiatan tahun jamak pembangunan rumah sakit beserta sarana dan prasarana pendukungnya di wilayah Surabaya Timur,” jelasnya.

Pembangunan rumah sakit tersebut kata Awi, akan mulai dibangun pada tahun 2023 dan target selesai tahun 2024. Dan dengan angggaran sekitar Rp. 507,5 miliar.

“ Pelayanan kesehatan dikawasan Gunung Anyar, Rungkut, Sukolilo dan Tenggilis Mejoyo dan sekitarnya akan semakin maksimal dengan adanya rumah sakit ini,” pungkasnya.(hadi/adv)