cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Diusia Satu Dekade, Partai Nasdem Konsisten dengan Politik tanpa Mahar

Robert Simangungsong Ketua DPD Nasdem Kota Surabaya
Robert Simangungsong Ketua DPD Nasdem Kota Surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co – Memasuki usia satu dekade DPD Partai Nasdem Surabaya menggelar acara sederhana untuk memperingati 10 tahun Partai Nasdem. Peringatan tersebut di lakukan di kantor DPD Partai Nasdem di Jl.Diponegoro pada Kamis (11/11/2021). Acara diwarnai dengan pemotongan tumpeng yang sebelumnya diperlombakan.

Sehari sebelumnya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, DPD Partai Nasdem berkunjung ke beberapa rumah sakit untuk memberikan karangan bunga ke para tenaga kesehatan.

Sebagai tanda terimakasih terhadap perjuangan mereka, yang menjadi garda menanggulangi penularan Covid-19.

Ketua DPD Partai Nasdem Surabaya Robert Simangunsong mengatakan di usia 10 tahun, Partai Nasdem kembali meneguhkan politik tanpa mahar.

“Partai Nasdem dengan jargon partai restorasi tanpa mahar. Setiap pileg dan pilkada tidak pernah memungut uang atau mahar ke calon, bahkan para calon di berikan support dana pikiran dalam pilkada dan pilpress. Ini merupakan prinsip partai” tegasnya.

Robert juga mengatakan Partai Nasdem banyak berbuat untuk masyarakat Surabaya di masa pandemi. “Banyak yang sudah kita lakukan, diantaranya membagikan. sembako ke warga yang terdampak pandemi, membagikan masker,  hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan untuk menanggulangi resiko penularan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Media DPD Partai Nasdem Surabaya Imam Syafi’i menambahkan, berkaitan dengan perjuangan mengusulkan gelar kepada Syaikhona Kholil, Partai Nasdem tetap berkomintment meminta kepada pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil.

“Kita mendorong agar gelar pahlawan secepatnya diberikan kepada beliau. Karena tidak ada alasan lain, semua syarat administrasi sudah lengkap. Begitu juga dukungan dari tokoh Madura dan Jatim. Semua pihak tidak ada yang mempersoalkan,” tegasnya.

Menurut Imam seharusnya pemerintah tidak perlu diminta untuk memberikan gelar pahlawan nasional tersebut. “Saya mengimbau ke presiden agar gelar itu diberikan, seharusnya tidak usah diminta. Karena beliau Syaikhona Kholil merupakan guru dari para kyai, diantaranya Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari yang sudah di berikan gelar sebagai pahlawan nasional,” pungkasnya.(hadi)