cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Disambangi AH Thony, Kelompok Tani Minta Pendampingan Pemanfaatan Bozem

Surabaya, cakrawalanews.co – Pemanfaatan lahan tidur ditengah pemukiman untuk program ketahanan pangan menjadi solusi yang tepat ditengah pandemi seperti ini.

Ketua Kelompok Tani Minasari RT02/RW 06 Jemursari Yanuar, menyampaikan keinginan warga untuk memanfaatkan bozem untuk dalam program ketahanan pangan kepada Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony.

Hal tersebut disampaikan saat Thony menyapa warga Jemursari RT02/RW 06 di area bozem, dalam agenda reses Penjaringan Aspirasi Masyarakat, Tahun Sidang Ketiga Masa Sidang Pertama Tahun 2021 pada Kamis malam (22/10). Dalam kesempatan itu pula, AH Thony bersama warga menabur benih ikan di bozem.

AH Thony saat melepas bibit ikan di bozem yang dikelola oleh warga pada Kamis (20/10) malam
AH Thony saat melepas bibit ikan di bozem yang dikelola oleh warga pada Kamis (20/10) malam

“Kami berharap bozem ini bisa dimanfaatkan secara optimal, untuk kepentingan warga di perumahan dan warga sekitar. Kami ingin menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah,” ungkapnya.

Namun keinginan warga terkendala, karena belum adanya ijin dari Pertamina sebagai pemilik lahan.

“Kami sudah mengajukan permohonan ijin untuk pemanfaatan saja,” terang Yanuar.

Yanuar menambahkan dengan belum adanya ijin tersebut, warga bimbang untuk merevitalisasi bozem. “Warga sudah punya program untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat edukasi wisata, perikanan dan pertanian,” terangnya.

Menurut Yanuar, warga sudah mengeluarkan banyak tenaga, biaya dan pikiran, ketika membuat bozem sebagai tempat penampungan air untuk mengantisipasi banjir, yang semula lahan tidur tersebut.

“Sangat muspro kalau ini tidak dikembangkan. Karena kita minta pak AH Thony untuk membantu memfasilitasi persoalan ini,” pungkasnya.

Sementara itu menjawab keluh kesah warga, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH. Thoni mengatakan akan mendampingi dan memfasilitasi warga untuk berkomunikasi dengan pihak Pertamina.

“Kalau selama ini ada anggapan bahwa aset ini milik Pertamina. Maka kita minta dengan hormat kepada Pertamina mungkin bisa dipinjamkan atau mungkin ini merupakan bagian dari CSR,” jelasnya.

Berita Lainnya :  Jelang Penetapan UMK Surabaya, DPRD Minta Semua Pihak Pahami Kondisi Ekonomi

AH Thony menambahkan, bozem ini semula merupakan lahan tidur yang kumuh, tidak terawat. Atas permintaan warga, Dinas PU Cipta Karya membantu revitalisasi dengan menjadikannya bozem.

“Ketika pengerukan Pertamina mengijinkan. Nah ijin itu kan bisa diteruskan untuk revitalisasi bozem agar pemanfaannya bisa maksimal,” ujarnya.

Politisi senior Partai Gerindra ini kembali mengatakan, selama tanah ini belum digunakan Pertamina secara fisik, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Pertamina sebagai BUMN saya yakin punya dana CSR yang cukup. Kalau digunakan untuk tempat ini akan sangat membantu,” terangnya. Apalagi yang mau direvitalisasi ini kan miliknya sendiri,” ujarnya.

Menurut AH Thony, revitalisasi ini juga butuh dukungan dari Pemkot Surabaya yang sedang menggiatkan pemulihan ekonomi dimasa pandemi.

“Mumpung wali kota menggalakan pemulihan ekonomi ini bisa menjadi salah satu alternatif bagaimana ekonomi bisa berkembang dan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Bisa ditanami sayur mayur. Untuk lahan seluas ini saya pikir bisa memenuhi kebutuhan keluarga sekitar,” ungkapnya.

Bisa juga ditanami sayuran organik, yang saat ini sedang diminati pasar.

“Bisa saja bekerjasama dengan PD Pasar untuk membuat pasar tematik sayuran organik, untuk penasarannya,” kata Thony.

AH Thony menekankan, sekarang tinggal komitment Pemerintah Kota Surabaya untuk menjalankan program ketahanan pangan melalui urban farming.

“Kalau lahan kecil ini tidak mampu dimaksimalkan, saya ragu dengan gembar-gembor urban farming di Surabaya. Makanya yang sudah ada ini saja kita maksimalkan dulu,” pungkasnya.(hadi)