Dewan Anggap Pemukiman Mewah jadi Penyebab Surabaya Barat Terpinggirkan

oleh -9 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Kondisi Surabaya Barat yang tergolong masih terpinggirkan diakui oleh Anggota DPRD kota Surabaya Saifudin Zuhri. 

Anggota komisi C yang juga berasal dari Surabaya Barat ini mengatakan kondisi Surabaya Barat yang notabene masih dalam kategori terpinggirkan dikarenakan masih belum adanya zona yang dipetakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

” Belum adanya Zona yang terpetakan membuat kondisi wilayah Surabaya Barat yang minim penataan ” ujarnya saat ditemui di ruangan komisi C DPRD Kota Surabaya, kamis (10/08).

Cak Ipuk panggilan akrabnya menambahkan selama ini pembangunan pemukiman mewah di wilayah Surabaya Barat yang selama ini berjalan dikhawatirkan  membuat warga asli bisa terpinggirkan.

” Pembangunan pemukiman mewah tidak boleh membuat warga terpinggirkan dan termarginalkan ” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya harus ada zona yang terpetakan, sehingga, tidak akan ada orang Surabaya yang terpinggirkan dan berpindah ke daerah lain.

” Warga Surabaya Barat akan terancam terpinggirkan karena tingginya  peningakatan masyarakat Surabaya Barat yang berasal dari luar daerah lain yang menempati pemukiman mewah yang dibangun pengembang ” lanjutnya.

Ia beralasan karena karakteristik warga asli Surabaya Barat adalah masyarakat petani sehingga ketika lahan beruba alih fungsi maka mereka tidak bisa mengimbangi.

” Mereka itukan aslinya masyarakat petani ketika lahan mereka beralih fungsi maka mereka tidak bisa mengimbangi. Dan ini mengancam mereka menjadi terpinggirkan ” bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Ipuk Pemkot Surabaya harus menyediakan sarana pendidikan yang mampu mencetak siswa yang memiliki inisiatif pengusaha , sehingga mereka bisa mampu menjadi tuan dan nyonya dirumahnya sendiri seperti kehendak dari Ibu Wali Kota Surabaya.

” Pemkot harus menyediakan sarana pendidikan yang mampu membentuk enterprener sehingga generasi selanjutnya bisa mampu bersaing seperti yang di inginkan ibu wali kota yakni menjadi tuan dan nyonya dirumah sendiri ” pungkasnya.(mnhdi/cn03)