cakrawalanews.co
Cakrawala Jatim Indeks

Deni Prasetya ; Pemuda Butuh Pelatihan Usaha Dari Pemerintah

Jember. Cakrawalanews.co – Masa Reses III tahun 2021 dimanfaatkan Anggota DPRD Jawa Timur Deni Prasetya untuk menemui masyarakat di Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputi wilayah Jember dan Lumajang. Politisi muda ini mengungkapkan dari sejumlah titik reses yang ia datangi mayoritas dari kalangan pemuda desa dan emak-emak.

Seperti saat Reses di Desa Rowoindah Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Di tempat tersebut Deni Prasetya menerima beragam masukan serta harapan. Melalui komunitas Pemuda Pemudi Peduli Negara (Pedilira) yang menanyakan peran pemerintah terhadap masa depan pemuda pasca lulus sekolah. “Ada beberapa usulan dari pemuda di desa. Salah satunya tentang bagaimana nasib pemuda setelah lulus SMA itu kemana, kerja dimana dan sebagainya,” ungkap Deni, saat ditemui setelah reses di Jember, Jumat (5/11/2021).

Para pemuda dan pemudi di desa memang mayoritas setelah lulus SMA tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Mereka ingin ada kepastian bisa menjadi bagian dalam peningkatan ekonomi. “Karena jika mau keluar daerah kalau sudah lulus sekolah mau kemana, belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan. Maka wajib punya keahlian dulu,” cetus politisi Partai Nasdem ini.

Pemuda-pemuda seperti ini, lanjut Deni bisa diajak untuk membangkitkan perekonomian dari akarnya. Salah satunya yang diminta adalah pemberdayaan. Misalnya bersama Pedilira sebagai komunitas yang anggotanya dari kalangan milenial ini bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk pemberdayaan usaha. Karena selama ini mereka belum pernah disentuh program pelatihan usaha dari pemerintah. “Maka paling tidak, ada perhatian khusus dari pemerintahan seperti pendidikan atau pelatihan usaha. Supaya ada kebangkitan ekonomi dari bawah,” jelas anggota Komisi D DPRD Jatim ini.

Anak muda di desa pasti sangat antusiasi jika mereka memiliki keahlian seperti otomotif (perbengkelan), tata rias, menjahit dan sebagainya. Nah, agar skil ini terakomodir, maka perlu diadakan pelatihan dan diklat. “Paling tidak, ada dukungan peralatan. Seperti mereka yang pandai menjahit dibantu mesin jahit. Begitupula untuk otomotif dibantu alat perbengkelan dan ahli make up dibantu alat tata rias supaya bisa mandiri,” pintanya.
“Kalau sudah punya keahlian, maka anak-anak muda millennial ini bisa membuka usaha sendiri, ataupun ikut orang tapi sudah menguasai bidang pekerjaanya,” sambung Deni.

Berita Lainnya :  Dandim 0813 Bojonegoro Hadiri Deklarasi Madrasah Ramah Anak

Ditambahkannya, potensi pertanian dan perkebunan di Jember harus bisa diangkat kualitasnya. Supaya petani naik kelas dari hasil perkebunan atau holtikultura. Misalnya dapat mengolah hasil tanam menjadi produk yang siap jual dan dapat diterima oleh konsumen dimanapun berada. Karena sampai saat ini kualitas brand dari hasil olahan produk pedesaan ini masih minim. Butuh bimbingan dan pelatihan dari pemerintah agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini yang bisa diterima. “Pemerintah daerah paling tidak, ada perhatian agar usaha pertanian ini dapat dikelola secara modern dan dapat menambah penghasilan petani di desa, termasuk ibu-ibu dan anak-anak muda,” pungkasnya. (Caa)