cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Buntut Ditemukannya APAR Kadaluarsa Di Pasar, Komisi B Pertanyakan Kinerja PD Pasar Surya

Suasana rapat dengar pendapat terkait temuan APAR Kadaluarsa di Komisi B DPRD Surabaya, Jumat (10/06/2022)
Suasana rapat dengar pendapat terkait temuan APAR Kadaluarsa di Komisi B DPRD Surabaya, Jumat (10/06/2022)

Surabaya, cakrawalanews.co – Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat, menyusul adanya temuan wakil ketua komisi B, Anas Karno atas Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sudah kadaluarsa dan ruang instalasi listrik yang tak aman disejumlah pasar dibawah pengelolaan PD Pasar Surya.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar pada Jumat (10/06/2022) tersebut, menghadirkan Manajemen PD Pasar Surya dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (DPKP) Kota Surabaya.

Wakil Ketua Komisi B Anas Karno, menyoroti lemahnya mitigasi bencana oleh PD Pasar Surya pasca temuan tersebut.

“Kita menemukan APAR kadaluarsa dan instalasi listrik yang membahayakan karena bersinggungan dengan air. Padahal komponen ini kan harus aman. Dan dijawab masih dilakukan pengadaan. PD Pasar Surya mengatakan pembaruan APAR diajukan sejak Desember 2021, tapi sampai sekarang belum teralisasi,” ujarnya.

Selain itu menurut Anas, manajemen BUMD Pemkot Surabaya tersebut mengaku, belum memeriksa kondisi APAR dan instalasi listrik. “Kita mempertanyakan kinerja PD Pasar Surya, diantaranya soal keamanan pasar dari resiko bencana kebakaran,” tegasnya.

Anas membandingkan kinerja PD Pasar Surya dengan program percepatan ekonomi wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

“Pak Eri dan Pak Armuji punya spirit untuk memajukan Surabaya. Ayo kita dukung bersama. Kalau BUMD PD Pasar lemah seperti ini, bagaimana bisa ikut memajukan Surabaya,” tegas Anas lagi.

Oleh karena itu, kata Anas, Komisi B memberi waktu 2 minggu kepada PD Pasar Surya untuk menindak lanjuti pembaruan APAR kedaluarsa dan perbaikan instalasi listrik agar aman. “Kalau belum juga direalisasikan kita panggil lagi. Berikut Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan kota Surabaya terkait dengan sanksi yang diberikan,” pungkasnya.

Berita Lainnya :  E-Peken Mampu Bangkitkan UMKM Surabaya. Anas Karno : Ada Harmonisasi Antara Pemkot, DPRD dan Masyarakat

Sementara itu Kepala DPKP Kota Surabaya Dedik Irianto menegaskan, dengan APAR yang kedaluarsa dan instalasi listrik tak aman, beresiko terhadap bencana kebakaran.

“Kalau bicara mitigasi bencana kondisi di pasar itu rawan. Bagaimanapun juga harus disiapkan. Beberapa waktu lalu memang sudah kita lakukan pengecekan. Memang ada catatan kita. Dan yang paling sederhana itu soal APAR,” ujarnya.

Lebih lanjut Dedik mengatakan, pihaknya sudah memberikan rekomendasi terkait dengan kondisi APAR yang telah kadaluatsa tersebut.

“Rekomendasi untuk Pasar Blauran sudah beberapa kali. Dan yang kita sampaikan dalam rapat tadi satu bandel ada beberapa pasar. Ada Pasar Blauran, Pasar Kapasan, Pasar Rungkut dan sejumlah pasar lainnya. Kalau soal mitigasi bencana APAR expired harus segera diperbarui,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pedagang sekaligus Plt Direktur Teknik PD Pasar Surya M Taufiqurrahman mengakui kalau pembaruan APAR kedaluarsa masih dalam proses.

“Kita sudah melakukan proses pengajuan, dan kita sudah menemukan suppliyer yang kompetitif. Paling cepat 2 minggu, selambatnya 1 bulan akan dilakukan pengisian secara bertahap. Tahap pertama 30 tabung,” jelasnya.

Soal kelistrikan, Taufiqurrahman mengaku juga sudah dilakukan pemeriksaan, terutama pada ketidak stabilan daya.

“Karena mungkin termakan usia sehingga menimbulkan ketidak stabilan daya. Mitigasi dilakukan dalam skema prioritas yang urgent dulu dilakukan. Perbaikan dan perawatan ini kita anggarkan dan sekarang tinggal eksekusinya,” pungkasnya.(hadi)