Beban Moral Keturunan Dewa

oleh -24 Dilihat

*) Oleh Ki Sengkek Suharno 

Hari telah melewati Senja sang suryapun sudah kembali ke peraduanya ketika Bagong sedang berbincang serius dengan Semar bapaknya di Serambi Baledusun Karang Kadempel

Kopi yg sudah mulai dingin diseruputnya perlahan membantunya menelan singkong rebus sisa tadi pagi seraya duduk diatas Lincak (kursi panjang dari Bambu) yg terdengar berderit akibat sudah mulai reot dan renta dimakan usia.

Bagong sangat heran dengan Bapaknya yg katanya keturunan Dewa tapi kok malah hidup sederhana tdk mau menampakan sifat kedewaanya malah menjadi Punakawan atau Pengasuh para Pandawa pekerjaan yg menurutnya tdk sesuai dengan derajatnya.

Mungkin setidaknya bs mengangkat derajat anaknya yaitu dirinya beserta kedua kakaknya Gareng dan Petruk dengan hidup sebagai keturunan Dewa agar tdk susah hidup didunia jika Semar mau melakukanya.

Atau dia Bisa berbangga diri dan tdk minder bahkan bisa sesumbar ketika bergaul dengan teman2 sepermainanya dengan mengatakan dirinya sebagai Keturunan Dewa mahluk yg paling mulia.

Dia beserta Petruk dan Gareng bs hidup mulia menikmati fasilitas Kedewaan yg dimiliki tdk usah bersusah payah mengasuh para Pandawa serta menjadi obyek kenakalan dari anak2nya yg nakal dan susah diatur seperti Orang tuanya.

Sambil tertawa kecil dan memegang perutnya yg buncit Semar Bangkit dari Lincak kemudian menyalakan Puntung Rokok klintinganya yg hampir padam seraya berkata :
Jangan sekali kali kamu mengaku sebagai keturunan para Dewa jika kelakuan dan akhlaqmu tdk mencerminkan perilaku dan akhlaq serta tindakan para Dewa.

Justru itu seharusnya menjadi beban karena menjadi keturunan Dewa haruslah bisa memberikan contoh dan teladan yg baik kepada masyarakat tdk malah berbuat sebaliknya yg malah justru merendahkan derajatnya sendiri sebagai pewaris para Dewa.

Sebelum Semar berkata lebih banyak Bagong berlalu sambil menelan sisa singkong rebusnya yg msh dalam mulutnya dia nyerocos :
Mir…mir….dasar Semir….

 

Selasa sore Pojok Kasengkekan
Plumbungan Kramat Tegal

 

*) Penulis Ki Sengkek Suharno adalah
Dalang Wayang Kebangsaan
Wakil Ketua PC GP Ansor Kab. Tegal