Bantuan biaya operasional tenaga pendidik keagamaan di tahun 2023 naik

oleh -121 Dilihat

Surabaya, cakrawalanews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ditahun 2023 menaikkan anggaran operasional tenaga pendidik keagamaan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Amir Solehuddin saat mengikuti acara Kumpul Akrab Tenaga Pendidik Keagamaan (Kurma) yang digelar Pemkot Surabaya di Graha YKP, Jumat (20/1/2022) sore.

Amir mengungkapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya telah memberikan bantuan operasional tenaga pendidik keagamaan. Yang sebelumnya di tahun 2022 mendapatkan bantuan operasional senilai Rp 500 ribu, pada tahun 2023 akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota, karena tidak semua daerah menerima bantuan biaya operasional. Insya allah tiap bulan Rp 600 ribu, dan dicairkan tiap triwulan sekali,” ungkapnya.

Selain itu, Amir juga mengapresiasi acara yang digelar oleh pemkot kali ini. Bahkan Amir turut mendukung penuh program pemkot tersebut.

“Ini (Kurma) menjadi penyemangat bagi guru agama, kami sangat mendukung. Semoga para guru bisa lebih semangat lagi dalam mendidik siswanya,” ucap Amir.

Sementara itu, Dalam acara KURMA tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan pesan kerukunan antar umat beragama kepada para tenaga pendidik keagamaan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri Cahyadi didampingi oleh PJ Sekda Kota, Asisten, Kepala PD, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya. Di pertemuan ini, dihadiri pula oleh 2.575 tenaga pendidik keagamaan dari 7 kecamatan yang ada di wilayah Surabaya Timur.

Selain memberikan pesan kerukunan antar umat beragama, Wali Kota Eri ingin para tenaga pendidik keagamaan itu bisa mencetak generasi yang berakhlak mulia.

“Harapan saya, pendidikan di Kota Surabaya bukan sekadar pelajaran formal saja. Akan tetapi juga pelajaran soal agama, agar generasi kita ke depannya memiliki akhlakul karimah,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri Cahyadi yakin, ketika anak-anak ditanamkan pendidikan agama di dalam dirinya. Maka akan di kemudian hari akan menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Selain berakhlak, anak-anak akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia.

“Saya titipkan kepada guru TPQ, agama, Islam, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Protestan semuanya. Saya yakin, ketika itu (pelajaran agama) ditanamkan di jiwanya anak-anak, ketika dewasa kelak akan menjadi pribadi yang berakhlak. Apapun agamanya itu,” ujar Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari wujud Surabaya kota toleransi. Karena di dalam acara tidak hanya diikuti oleh guru agama Islam, akan tetapi juga menghadirkan tenaga pendidik Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

“Karena kekuatan kita adalah kekuatan toleransi, bagaimana membangun Surabaya dengan kekuatan agama. Agama apapun itu, maka ke depannya akan saling menguatkan satu sama lain,” tambahnya.