cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Bahu-membahu Masyarakat Surabaya dalam Menangani Pandemi Covid-19

Pemkot Surabaya Terima Bantuan Peminjaman Gedung Isoman dan Tempat Tidur

SERAH TERIMA GEDUNG SMK HARAPAN SEJATI UNTUK ISOLASI (AKBAR INSANI)4
SERAH TERIMA GEDUNG SMK HARAPAN SEJATI UNTUK ISOLASI (AKBAR INSANI)4

Surabaya, cakrawalanews.co – Berbagai elemen masyarakat tanpa henti memberikan dukungan dan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Buktinya, pemkot menerima bantuan dari Yayasan Sumber Pengayoman Sejati (SPS) dan PT Surabaya Mekabox (SMB), Jum’at (23/7/2021).

Yayasan SPS memberikan bantuan berupa peminjaman gedung untuk isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19. Sedangkan, PT SMB, memberikan bantuan berupa 500 buah disposable covid bed.

Gedung yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 itu merupakan gedung SMK Kristen Harapan Sejati yang terletak di Jl. Puncak Sambisari III No.6-9, Lontar, Kecamatan Sambikerep.

Gedung bertingkat lima tersebut, dapat menampung 105 pasien isoman. Terdapat dua lantai gedung yang dipersiapkan untuk ruang isoman yakni, lantai tiga dan lantai lima.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan SPS dan PT SMB yang secara sukarela memberikan bantuan untuk membantu Pemkot Surabaya menangani pandemi Covid-19.

Menurutnya, ini merupakan bukti bahwa gerakan Surabaya Memanggil tidak hanya memberikan donasi berupa uang, alat kesehatan, kebutuhan pokok, maupun tenaga, tapi juga berupa gedung yang dapat dipakai untuk isoman.

“Saya matur nuwun (terima kasih) kepada warga Surabaya. Rumah sehat harus kita bentuk untuk menjaga kelurahan kita masing-masing. Ini saya katakan Surabaya Memanggil bukan hanya donasi uang, bukan hanya tenaga, tapi sampai ada yang memberikan gedungnya untuk dipakai,” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengatakan, bantuan dari berbagai elemen masyarakat Surabaya merupakan bukti toleransi di Kota Surabaya. Masyarakat Surabaya sudah tidak lagi melihat agama, tidak melihat ras, tidak lagi melihat perbedaan suku. Namun, bersama-sama untuk menyelesaikan masalah pandemi Covid-19.

“Bayangkan di Surabaya sudah tidak lagi melihat agama, tidak lagi melihat ras, tidak lagi melihat suku. Semua berjibaku untuk menyelesaikan masalah Covid-19 di Kota Surabaya,” katanya.